Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Ribuan Orang Ikuti Upacara Sapuh Leger di Pura Pucak Padang Dawa

15 November 2019, 20: 01: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Ribuan Orang Ikuti Upacara Sapuh Leger di Pura Pucak Padang Dawa

SAPUH LEGER : Suasana prosesi Sapuh Leger di Pura Luhur Pucak Padang Dawa, Jumat (15/11). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Ribuan masyarakat yang memiliki kelahiran pada Wuku Tumpek Wayang antusias mengikuti Mabayuh Oton dan Sapuh Leger Masal yang digelar Pemerintah Kabupaten Tabanan bekerja sama dengan Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali. Mabayuh Oton dan Sapuh Leger kali ini dilakukan di Pura Luhur Pucak Padang Dawa, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Jumat (15/11).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Pemkab Tabanan terhadap masyarakat, mengingat Mabayuh Oton dan Sapuh Leger yang dilakukan secara pribadi, memerlukan biaya yang tidak sedikit. Di samping itu, hal ini juga bertujuan untuk menekan biaya pelaksanaan upacara yadnya dan meningkatkan persatuan dan kesatuan serta semangat kebersamaan sebagai umat Hindu.

Staf  Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan I Nyoman Sumartana, mewakili Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, mengatakan bahwa patut berbangga dan berbahagia karena pemkab melaksanakan dharma agama dan dharma negara.

Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat karena Mabayuh Oton dan Sapuh Leger Massal sangat meringankan beban masyarakat dalam segi biaya. "Sehingga kekhawatiran masyarakat yang mempunyai sanak saudara, orang-tua maupun anak yang lahir pada wuku tumpek wayang bisa teratasi dengan kegiatan ini," ujarnya.

Umat Hindu terutama di Bali sangat meyakini, bahwa orang yang lahir pada Tumpek Wayang atau bertepatan dengan rahina Tumpek Wayang adalah kelahiran yang cemer, melik serta mala, secara istilah Bali sering disebut kepingit. "Dan kebanyakan orang-tua yang mempunyai anak yang lahir pada wuku tersebut khawatir, waswas hingga ketakutan dengan nasib anaknya," imbuhnya.

Dengan mengikuti atau melakukan upacara yadnya Mabayuh Oton dan Sapuh Leger, diharapkan mampu membersihkan dan menyucikan hal-hal yang cemer, kala, ataupun mala dalam diri seorang, akibat tercemar atau kotor secara rohani lewat lakon yang ditampilkan melalui pertunjukan wayang, yakni ‘Wayang Sapuh Leger’.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan bekerjasama dengan Yayasan Siwa Agung Jagadhita Bali menggelar Mabayuh Oton dan Sapu Leger Masal. Kegiatan ini telah beberapa kali dilakukan Pemkab Tabanan, atas inisiasi Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Dari pertama kalinya digelar sampai saat ini, kegiatan ini tidak dipungut biaya alias gratis.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia