Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Puluhan Desa di Seririt Terdampak Gempa, Wabup Sutjidra Tinjau Lokasi

15 November 2019, 21: 45: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Puluhan Desa di Seririt Terdampak Gempa, Wabup Sutjidra Tinjau Lokasi

KORBAN GEMPA: Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga terdampak gempa bumi. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Tercatat sebanyak 21 desa di Kecamatan Seririt terdampak akibat guncangan gempa berkekuatan 5,1 SR pada Kamis (14/11) sekitar pukul 18.21 Wita. Kondisi kerusakan bangunan pun beragam, mulai dari tembok rumah retak, genting rumah yang rontok serta sejumlah bangunan ibadah juga terdampak.

Data sementara BPBD Buleleng menyebutkan, dari hasil assessment lapangan, kerusakan terjadi di candi gelung kori Pura Puseh Seririt. Begitu juga bangunan Padu Raksa sebanyak 2 buah, dan pelinggih di Pura Dalem Ularan, Desa Ularan Kecamatan Seririt.

Kerusakan bangunan rumah juga dialami oleh sedikitnya 10 orang warga di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Kerugiannya pun beragam, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta.“Total kerugian belum kami pastikan. Tim TRC masih lakukan assessment lapangan,” ujar Kepala BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana, Jumat (15/11) siang.

Sementara itu, pasca diguncang gempa, Wakil Bupati Buleleng. dr. Nyoman Sutjidra Sp.Og langsung meninjau sejumlah lokasi. Pemantauan difokuskan di Desa Pangkung Parik dan Desa Tegal Lenga. Dalam kunjungan tersebut, pihaknya juga menyerahkan bantuan sebanyak 100 paket sembako kepada warga yang terdampak gempa.

 ”Astungkara  tidak ada korban jiwa. Hanya saja banyak bangunan yang rusak, baik itu rumah penduduk maupun tempat ibadah yang ada di wilayah Kecamatan Seririt,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta agar masyarakat tetap tenang dalam menghadapi bencana. Bahkan, tidak mudah terprovokasi oleh berita hoax. ”Rilis dari BMKG menyampaikan bahwa gempa bumi yang terjadi Kamis (14/11) tidak akan terjadi tsunami. Saya harapkan agar masyarakat tetap tenang, selalu berdoa dan tidak mendengar berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tutupnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia