Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Di Tianyar Tengah, 8 KM Jalan Rusak Selama 8 Tahun

18 November 2019, 10: 22: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Di Tianyar Tengah, 8 KM Jalan Rusak Selama 8 Tahun

DERU DEBU: Seorang pengendara melintasi jalan rusak menuju Dusun Pedahan Kaja, Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem, kemarin. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Warga di Lingkungan Pedahan, Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu, mengeluhkan kondisi jalan menuju tiga dusun di perbatasan Karangasem-Bangli yang rusak. Meski ada beberapa jalan pintas, warga tetap ingin akses utamanya bisa diperbaiki.

Jalan tersebut adalah akses utama untuk menuju tiga dusun lainnya di Tianyar Tengah. Di antaranya Dusun Pedahan Kaja, Padang Sari, dan Dusun Dalem. Lokasinya masih jauh di dalam, sekitar hampir 8 km. Tidak itu saja, di sana juga terdapat pura besar, yaitu Pura Kawitan Pasek Celagi. Pengendara akan lebih banyak melintas di sana apabila upacara besar di pura berlangsung.

Salah seorang warga, Wayan Samba, menyebut kerap menerima keluhan warga. "Wah berat. Rusaknya kalau tidak salah sekitar delapan tahun lebih. Memang warga sudah bincang-bincang di luar forum resmi. Warga minta diperbaiki karena berdebu, tidak nyaman," ujar Samba yang juga Kepala Dusun Pedahan Bukit Sari, Desa Tianyar Tengah.

Kabarnya, jalan itu belum pernah dapat perbaikan sejak dibangun. Hasil pantauan dari lokasi, Minggu (17/11), akses dari jalan nasional Amlapura-Singaraja hingga lingkungan Pedahan cukup baik. Bahkan bisa disebut layak untuk dilintasi. Tidak ada gelombang maupun lubang-lubang pengganggu di tengah jalan.

Namun ketika sudah masuk beberapa kilometer, hingga tiba di tanjakan Pedahan Kaja, pemandangan tiba-tiba berubah 100 persen. Banyak lubang di sana-sini. Batu geladaknya lepas. Jika ada yang melintas, debu-debu beterbangan sehingga mengotori kendaraan. Jalan akan becek apabila tergenang air hujan. 

Di lokasi juga banyak tanjakan dan jalanan yang sempit sehingga akan membahayakan pengendara. Di ujung dusun juga terdapat sekolah. Samba menyebut warga lebih banyak melewati jalan yang rusak itu. "Ya kami berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan ini," harapnya.

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Karangasem I Ketut Prama Budarta menyebut, jalan yang rusak itu memang tidak bertahan tiga tahun lebih. Sebab konstruksinya memakai lapisan penetrasi makadam (Lapen). Jika ingin bertahan lama, tentu harus di-hotmix.

Prama Budarta memperkirakan dana Rp 10 miliar akan habis untuk penuntasan jalan yang panjangnya 7,6 km atau hampir 8 km itu. Butuh pekerjaan tambahan selain hotmix, meliputi pengerasan jalan, pembuatan saluran irigasi, dan pengadaan senderan. Pemerintah masih melakukan hitung-hitungan besaran dana yang dibutuhkan untuk perbaikan jalan lain.

"Kami masih hitung untuk program prioritas. Bukan kami menyebut jalan di sana tidak jadi prioritas. Ada beberapa paket seperti perbaikan jalan di Seraya, dan memang wilayah Kubu juga banyak yang mesti dibenahi. Kita juga kesulitan anggaran dan kalau ada (dana) pasti diusulkan. Sehingga perbaikan di Karangasem bertahap dulu," pungkasnya. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia