Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Lawan Iklim Ekstrem, Scared Of Bums Tuntaskan Klip 'Rise To The End’

18 November 2019, 11: 39: 01 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lawan Iklim Ekstrem, Scared Of Bums Tuntaskan Klip 'Rise To The End’

JEMBATAN : Video klip ‘Rise To The End’ jadi jembatan penghubung antara album kedua dan album terbaru dari Scared Of Bums bertajuk ‘Delay’ yang akan dirilis akhir tahun 2019. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Scared Of Bums kembali beri kejutan. Belum lama ini, grup musik yang digawangi Eka (Vocal/Guitar), Arx (Bass, Back Vocal), Eka (Lead Gitar), dan Nova (Drums) ini, merilis video klip terbaru bertajuk ‘Rise To The End’. Lagu 'Rise To The End' adalah single dari album kedua ‘Let's Turn On Fire’ yang dirilis tahun 2013 lalu.

Selama penggarapan video tersebut ada banyak cerita sekaligus tantangan. Suhu ekstrem 35 derajat celcius tercatat oleh BMKG Bali sebagai suhu terpanas tertinggi dalam 30 tahun belakangan di Bali.
Perubahan Iklim menjadi salah satu faktor kondisi, sehingga ada pergeseran umur cuaca yang sangat ekstrem terjadi.


Dan, Scared Of Bums berpikir bahwa kondisi tersebut adalah saat yang tepat untuk meluncurkan video klip ‘Rise To The End’ yang secara visual menampilkan kondisi alam yang sudah semakin berubah. “Lagu ‘Rise To The End’ sendiri mengandung arti untuk tidak pernah menyerah, mempertahankan apa yang kita yakini sampai akhir," ujar Nova,   drummer Scared Of Bums yang punya nama komplet
Gede Putra Budi Noviyana kepada Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu.


Taman Nasional Baluran dan Gunung Bromo adalah lokasi syuting yang dipilih oleh Erick Est, sebagai sang sutradara untuk syuting  yang konsepnya bercerita secara surealis, menghadirkan kontradiksi antara mimpi dan realita menjadi nyata dalam visual yang memperlihatkan objek nyata dalam keadaan yang tidak mungkin terjadi, seperti dalam mimpi atau alam bawah sadar manusia. Sang vokalis, Putu Eka Janantha atau sering dipanggil Bocare mengatakan, ada banyak pengalaman menarik ketika pengambilan gambar video klip tersebut. Semisal di Taman Nasional Baluran, kamera drone sempat jatuh dan kemudian diperingati penjaga pos Taman Nasional Baluran untuk menjaga ketenangan banteng liar penghuni Taman Nasional.


Tak hanya itu, Bocare juga sempat dikerjain oleh sutradara. “Saya dikerjain Erick Est. Bahkan, ketika adegan badan dikubur sampai leher di gurun pasir Gunung Bromo,” tuturnya. Tidak hanya itu, proses syuting juga sempat tertunda satu hari karena hujan angin di lokasi, sampai menerbangkan tenda crew di lokasi. “Tim produksi dan personel benar-benar diuji secara fisik dan mental ketika proses pembuatan video,” imbuhnya.


Video klip ‘Rise To The End’ di kanal youtube ini adalah sebagai jembatan penghubung antara album kedua dan  album terbaru dari Scared Of Bums berikutnya yang bertajuk ‘Delay’ yang akan segera dirilis di akhir tahun 2019. Album ‘Delay’ akan diawali dengan perilisan single pertama yang berjudul sama dengan album yaitu ‘Delay’ yang rencananya dirilis dalam dua pekan kedepan. Single ini nantinya akan dapat dinikmati di semua kanal musik digital terpopuler.


Jarak enam tahun dari album terakhir Scared Of Bums tidak membuat band ini turun pamor. Penggemar Scare Of Bums yang sering disebut '5013mc' (Scared Of Bums Mos Pit Crew ) selalu membludak, memenuhi festival-festival musik dengan kapasitas penonton ribuan. Penampilan terakhir Scared Of Bums di acara Carnival Of Rock yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Bali di Panggung Terbuka Ardha Candra, 6 November 2019 lalu,  memberikan kesempatan band ini untuk menyuarakan perjuangan 'Bali Tolak Reklamasi' di hadapan pejabat Pemerintah Provinsi Bali dengan membawakan lagu 'Kepalkan Tangan Kiri'.


Momen ini juga direspon oleh penonton dari warga Desa Pakraman Sumerta dengan membawa atribut forBali ke atas panggung. Ini menunjukan kalau band ini berada di koridor mendukung Pemerintah Provinsi Bali ketika bicara tentang memajukan industri kreatif generasi milenial, akan tetapi tetap konsisten mengawal isu sosial di Bali.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia