Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Plafon Runtuh, Siswa SDN 2 Tri Eka Buana Sidemen Lolos dari Maut

18 November 2019, 19: 19: 11 WIB | editor : Nyoman Suarna

Plafon Runtuh, Siswa SDN 2 Tri Eka Buana Sidemen Lolos dari Maut

DIBERSIHKAN: Petugas BPBD Karangasem beserta guru membersihkan sisa reruntuhan plafon, Senin (18/11) siang. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Plafon ruang kelas SD Negeri 2 Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, Karangasem ambruk, Senin pagi (18/11). Beruntung, kepala sekolah mereka I Wayan Sopi sigap. Begitu melihat plafon sudah menonjol dan melengkung di beberapa sisinya, belasan siswa yang harusnya belajar di ruang itu diarahkan belajar di ruang lain. Alhasil mereka lolos dari musibah.

Plafon yang ambruk itu ada di ruang kelas V. Ada 18 siswa yang memakai ruang tersebut. Kelas ditutup dan sebagian runtuhan material sudah dibersihkan. Siswa diarahkan belajar di ruang perpustakaan. 

Perbekel Desa Tri Eka Buana yang mengetahui kejadian itu langsung mengecek ke lokasi. Dia heran dengan bahan yang dipakai pihak pemborong. Perbekel lantas melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem.

Sementara, hingga Senin (18/11) siang, sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem masih di lokasi mengecek kondisi plafon. Mereka ingin memastikan penyebab pastinya. Diduga material yang dipakai berkualitas jelek sehingga mudah rusak. Meski begitu, belum ada penanganan lebih lanjut, apakah diperbaiki atau tidak.

Menurut Perbekel Tri Eka Buana I Ketut Derka, plafon memang terlihat jelek. Bahan yang dipakai tidak kuat. Kayunya ringan dan gampang patah. Inilah yang disinyalir menjadi penyebab plafon beberapa ruang di sekolah itu kerap ambruk.

Beberapa bulan lalu, plafon di ruang guru di SD itu juga ambruk,  bahkan lebih parah dari kejadian Senin (18/11). Hal ini membuat guru meningkatkan kewaspadaan. "Bahkan diduga semua plafon di sekolah itu gampang jebol. Padahal bangunan masih bagus. Cuma plafon saja yang kami sesalkan," keluh Derka kepada Bali Express (Jawa Pos Grup) ditemui di lokasi.

Dia menuturkan, berawal dari kecurigaan kepala sekolah I Wayan Sopi yang melihat papan plafon sudah melengkung. Sopi kemudian meminta semua siswa tidak masuk kelas. "Gara-gara plafon itu, murid-murid disuruh belajar di perpustakaan, karena awalnya sempat ada plafon ambruk. Beberapa jam kemudian terdengar suara 'braak...' Semua kaget dan plafon di kelas V benar ambruk," tutur Derka sembari mengatakan, kepala SD pulang lebih dulu karena trauma.

Guru beserta staf yang lainnya juga syok. Siswa juga takut belajar di ruang kelas. Meski demikian, para guru mencoba menenangkan mereka. Sementara siswa kelas V sudah dipindah ke perpusatakaan sampai plafon diperbaiki. "Yang penting anak-anak tetap belajar seperti biasa. Sambil menunggu proses perbaikan," kata salah seorang guru, I Nyoman Santiyasa.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia