Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kalah Pilkel, Kadus di Anturan Bakar Puluhan KIS Warga Miskin

18 November 2019, 20: 41: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kalah Pilkel, Kadus di Anturan Bakar Puluhan KIS Warga Miskin

Perbekel Anturan, Made Budi Arsana. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ada-ada saja ulah Ketut Suarta, warga Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. Pria yang menjabat Klian Dusun Pasar, Desa Anturan nekat membakar puluhan Kartu Jaminan Kesehatan Indonesia (KIS) milik warga miskin di Desa Anturan. Usut punya usut, aksi tersebut  merupakan luapan  kekecewaannya lantaran Suarta kalah pada Pemilihan Perbekel Serentak Buleleng pada 31 Oktober lalu di Anturan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sedikitnya 21 kartu KIS milik warga dibakar Suarta. Pembakaran kartu KIS ini dilakukan Suarta, sekitar dua  minggu lalu, usai dilakukan Pilkel di Desa Anturan.

Warga pun tak percaya atas ulah Klian Dusun Pasar ini. Seperti yang disampaikan warga Desa Anturan, Komang Wilaya. "Kata pak mekel bener ada kejadian pembakaran KIS itu cuman nama-namanya belum diketahui. Tapi, desa sudah memanggil Kadus itu untuk membuatkan lagi KIS warga yang sudah terbakar," ujar Komang Wilaya.

Aksi bakar KIS ini pun sampai ke telinga Perbekel Desa Anturan, Made Budi Arsana. Pihaknya langsung melakukan pemanggilan terhadap Klian Dusun Pasar untuk langsung dirapatkan bersama BPD dan perangkat desa lainnya. Dalam rapat itu, Suarta akhirnya mengakui telah membakar kartu KIS milik warga miskin.

Budi Arsana menceritakan, saat diinterogasi, Suarta mengaku kenekatannya membakar 21 kartu KIS milik warga yang masuk kategori kurang mampu ini, karena dirinya kesal telah pontang-panting mengurus kartu KIS, namun pemilik kartu KIS malah tidak memilihnya dalam Pilkel lalu. Sehingga, dia kalah sebagai dalam Pilkel lantaran hanya mampu meraih sebanyak 461 suara.

"Kami sudah panggil langsung oknum Kadus tersebut dan sudah mengakui. Dia berjanji siap bertanggung jawab dengan membuatkan kembali kartu KIS warga," kata Budi Arsana.

Budi Arsana pun mengaku heran, hanya karena kalah Pilkel, Kadus Pasar malah membakar kartu KIS milik warga, karena tidak memilihnya saat Pilkel di Desa Anturan. "Saya sudah meminta kepada kadus itu untuk membuat ulang kartu KIS dan mengurusnya ke BPJS. Jangan main-main, karena itu adalah dokumen negara," pungkas Budi Arsana.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia