Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Koster Tak Gentar Hadapi Manuver Mas Sumatri

18 November 2019, 21: 30: 08 WIB | editor : Nyoman Suarna

Koster Tak Gentar Hadapi Manuver Mas Sumatri

PDIP : Koster bersama Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDI Hasto Kristanto (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Gerak politik Partai NasDem dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020 dengan menggalang koalisi bareng Partai Golkar tentu membuyarkan konfigurasi mesin politik di lima kabupaten/kota.

Sinyalnya bahkan sudah muncul saat Ketua DPD NasDem Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri bermanuver dengan datang ke Sekretariat DPD I Golkar Bali beberapa waktu lalu. Dia terang-terangan menawarkan koalisi serta meminta dukungan Partai Beringin tersebut.

 Peristiwa politik itu tentu mengancam wacana koalisi Merah Kuning yang lagi santer terdengar di Gumi Lahar. Terlebih pasangan yang akan diduetkan, kalau wacana itu terealisasi, sudah muncul ke permukaan.

Konfigurasinya, Gede Dana dari PDIP sebagai calon Karangasem I. Sedangkan Nengah Sumardi dari Golkar sebagai calon Karangasem II.

Menanggapi itu, Ketua DPD PDIP Bali, I Wayan Koster memberi sinyal bahwa partainya tidak terlalu risau apalagi gentar dengan dinamika tersebut.

 “Oh itu, soal koalisi partai kuning, biru, cokelat, kami tidak masalah. Itu haknya partai politik,” sebut Koster usai menghadiri sidang paripurna di DPRD Bali, Senin (18/11).

Dia menegaskan, PDIP merupakan partai terbuka yang siap bekerja sama dengan partai manapun. Bahkan, kalaupun nantinya harus bertarung sendirian dalam Pilkada Serentak 2020, baik di Karangasem maupun lima kabupaten lainnya, partainya siap.

“Kalau nggak ada (yang diajak koalisi), kami akan tetap jalan karena memenuhi syarat (mengajukan calon),” tegasnya.

Mengenai gelagat dibangunnya kompetisi untuk bersaing dengan PDIP, Koster menjawab diplomatis. Katanya, justru hal itu tidak apa. Karena memang partai politik tugasnya berkompetisi. “Kalau nggak berkompetisi buat apa (pilkada) diadakan? Kan tidur aja,” selorohnya.

 Disinggung mengenai rekomendasi bakal calon mana yang akan ditunjuk untuk maju bertarung dalam Pilkada Serentak tahun depan, Koster menyebutkan baru akan dilakukan pada akhir tahun ini.

“Akhir tahun. Kalau fit and proper test, itu DPP yang menyelenggarakan,” pungkasnya.

Di kesempatan terpisah, Ketua Bidang Kehormatan DPC PDIP Karangasem, Nyoman Oka Antara, memberi jawaban yang tidak jauh beda. Dia menghormati langkah politik yang sedang dilakukan partai-partai lainnya untuk menghadapi Pilkada tahun depan.

Namun dia menegaskan, proses menuju pilkada masih lama. Selain itu, Golkar juga sejauh ini masih belum menentukan sikap sehingga partainya di Karangasem berharap wacana koalisi Merah Kuning bisa terealisasi.

“Ini namanya dinamika politik. Kan masih ada waktu sampai Januari 2020. Yang jelas, apapun paketnya nanti, Gede Dana calon bupatinya,” kata Oka yang juga anggota DPRD Bali ini dengan nada optimis.

Di lain pihak, Ketua DPC Gerindra Karangasem, Nyoman Suyasa, memberi apresiasi terhadap langkah yang ditempuh Mas Sumatri. Terlebih Golkar yang sedang didekati, merupakan partai penentu di Karangasem. Selain partainya sendiri, juga Gerindra dengan perolehan suara ketiga dalam Pemilu 2019 lalu. “Selain itu, Golkar pernah berkuasa (di Karangasem),” imbuhnya.

Bahkan, sambung dia, bila nanti Gerindra ikut tergabung dalam koalisi yang dibangun NasDem dan Golkar,  akan sangat bagus di Karangasem. Sekalipun dalam penentuan calonnya nanti, Gerindra tidak di posisi satu maupun dua. “Apalagi kalau hasil survei (bakal calonnya) tinggi,” tukas Suyasa.

Namun, Suyasa menegaskan, di internal partainya belum ada kata final terkait dengan koalisi. Sehingga segala kemungkinan bisa saja terjadi. Bahkan tidak menutup kemungkinan, Gerindra dengan persentase perolehan suara sebelas persen saat Pemilu 2019, bisa membentuk poros baru.

“Belum final. Apakah ke Bu Mas (NasDem),  ke PDIP  atau bisa jadi bikin poros baru,” sebutnya.

Menurutnya, peluang membuat poros baru itu pun sedang dicoba pihaknya di internal partai. Karena dalam beberapa kesempatan, Gerindra Karangasem juga sedang membangun komunikasi dengan Perindo dan Hanura.

“Kalau situasinya memungkinkan (bikin poros baru), dengan Perindo dan Hanura cukup. Ini agar lebih menyemarakkan demokrasi di Karangasem. Kalau dua calon (saja), itu risikonya agak tinggi. Tapi kalau pembicaraan di awal sudah bagus dengan NasDem, mengapa tidak,” pungkas politisi yang juga wakil ketua DPRD Bali ini.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia