Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Turis Mauritania Gondol Kartu Kredit Turis Inggris di Kuta

18 November 2019, 23: 07: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

Turis Mauritania Gondol Kartu Kredit Turis Inggris di Kuta

MALING: Roughaya Abeidi, seorang WNA Mauritania saat ini ditahan di Mapolsek Kuta. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Bagi wisatawan berbudget rendah, menginap di hostel tentu lebih murah dari pada hotel berbintang. Tetapi jika kamar hostel merupakan kamar bersama bukan pribadi, tentu harus ekstrawaspada.

Seperti kasus pencurian yang diungkap Polsek Kuta ini. Seorang wisatawan mancanegara (wisman) mencuri barang milik wisman lainnya yang sama-sama menginap di sebuah Hostel di Kuta.

Korban diketahui bernama Holly Jemima Hartley, 21, seorang wisman asal Inggris. Dia menginap di Ala Hostel, Kuta, pada Senin (21/10). Kamar tempat korban menginap merupakan kamar bersama yang berisi enam orang. Setelah check in korban bersama temannya melancong ke Pantai Kuta dengan meninggalkan barang bawaannya di hostel tersebut. Termasuk dompet yang berisi kartu kredit, driving license (SIM), travel card, kartu debit.

Nah, hal itu dimanfaatkan oleh pelaku Roughaya Abeidi, 30, seorang WNA asal Mauritania. Dia dengan mudah menggondol kartu kredit dan driving license milik Jemima.

Kapolsek Kuta AKP T Ricki Faldiansah menjelaskan, saat Jemima sedang asyik bermain di Pantai Kuta, tiba-tiba dia menerima telepon dari ayahnya. "Dia pertama mengetahui dari ayahnya, bahwa di kartu kredit korban telah terjadi transaksi 13 kali,” ujar Ricki kemarin (18/11). Total nilai transaksi cukup fantastis. Mencapai 22.765,42 Poundsterling atau Rp 414.222.970.

Korban yang kaget dengan telepon dari ayahnya langsung kembali ke hostel mengecek tasnya. Ternyata kartu kredit dan SIM-nya telah hilang. Alhasil, dia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuta. Korban memberikan bukti transaksi sebanyak 13 kali tersebut. “Kami langsung membentuk tim untuk mengungkap kejadian ini," beber AKP Ricki.

Dengan bukti print out yang diberikan oleh korban, tim Satreskrim Polsek Kuta mendatangi salah satu tempat yang diduga sebagai tempat transaksi. "Tim kami mendatangi Yulia Jewerelly yang berada di Mall Galeria, dari keterangan saksi, dia mengakui ada dua orang yang datang transaksi di tempat tersebut," jelas Ricki.

Tim Polsek kuta kemudian mengecek CCTV di tempat tersebut. "Dari rekaman CCTV, terlihat yang melakukan transaksi satu WNA, satu WNI. Dari data print out itu juga menunjukkan transaksi tidak dilakukan di satu tempat. Tim kami bergerak mengecek tempat lain seperti Night MBG, Oke Shop MBG, Athena Jewellery MBG, dari tempat semua tempat itu, masing-masing saksi mengakui ada dua orang perempuan melalukan transaksi dengan kartu kredit," urai Ricki.

Pihak Mapolsek Kuta setelah mendapatkan identitas pelaku langsung melacak keberadaannya. "Pada Kamis (31/11) kami berhasil menangkap pelaku di Vila Bale di Legian. Tim kami berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti di kamarnya," ungkap AKP Ricki.

Pelaku yang merupakan WNA Mauritania langsung diboyong ke Mapolsek Kuta dan menjadi tahanan polsek Kuta. Saat dinterogasi pelaku mengakui semua perbuatannya. "Pelaku ini mengaku baru sekali melakukan pencurian, dia mengaku mendapatkan kartu kredit di pinggir jalan, kami masih proses terus kasus ini," jelas Ricki.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia