Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Kios Pasar Darurat Banyuasri Sepi, Cukai Harian PD Pasar Anjlok

19 November 2019, 12: 40: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kios Pasar Darurat Banyuasri Sepi, Cukai Harian PD Pasar Anjlok

KOSONG: Kondisi Pasar Banyuasri yang sedang dikosongkan karena akan segera dibangun. (ISTIMEWA)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng nampaknya mengalami penurunan pendapatan cukai harian pada Pasar Darurat Banyuasri. Kondisi itu disebabkan karena banyak pedagang yang enggan berjualan di lapak pasar darurat tersebut. Mereka memilih mencari lokasi lain yang dianggapnya lebih strategis dan ramai pembeli.

Tak pelak, banyaknya pedagang yang menutup lapak jualan membuat suasana di pasar darurat kian sepi. Bahkan, dari puluhan kios, hanya empat kios yang terlihat masih aktif berjualan di pasar. mereka rata rata menjual palen-palen.

Seperti dikeluhkan salah seorang pedagang bernama Mangku Sari. Dirinya menilai keadaan pasar darurat bangunannya tidak layak digunakan berjualan. Selain ukuran kios yang sempit, kondisi ini membuat pembeli merasa tidak nyaman, sehingga pedagang lebih memilih berjualan di luar.

”Caba dilihat, pasar ini sudah tidak layak digunakan berjualan. Jalannya sangat sempit, panas. Pembeli enggan datang ke sini dan memilih ke pasar yang lainnya sehingga pedagang enggan berjualan disini,” ucapnya.

Sepinya pembeli yang datang tentu saja berdampak terhadap penghasilan. terlebih, Sari mengeluhkan harus rutin membayar cukai tiap hari.”Keadaan sepi seperti ini. Kami dapat berjualan paling banyak Rp 30 ribu. namun harus bayar kontribusi sebesar Rp 3000 per harinya serta Rp 21 ribu setiap bulannya,” jelasnya lagi.

Atas kondisi itu, sejumlah pedagang juga berencana untuk mengembalikan Sertifikat Hak Pakai Tempat Usaha (SHPTU) mereka kepada PD Pasar kabupaten Buleleng. Rencana itu juga sudah dikomunikasikan pedagang melalui Unit Pasar Banyuasri. Hanya saja keinginan para pengelola Pasar tersebut belum mendapat tanggapan dari Direksi PD Pasar Buleleng.

Direktur Utama PD Pasar Kabupaten Buleleng Made Agus Yudiarsana mengakui ada pedagang yang berencana mengembalikan SHPTU mereka. Namun demikian, kini pihaknya masih melakukan inventaris terhadap para pedagang yang akan mengembalikan sertifikatnya.“Kalau lebih dari setengah pedagang, pasti kami sikapi. Nanti setelah tuntas inventarisasi kami akan sampaikan pada Badan Pengawas, apa masalahnya,” katanya.

Agus Yudi Arsana tak membantah jika para pedagang mengeluh sepinya pembeli yang datang ke lokasi Pasar Darurat karena lokasinya yang tidak strategis. Pihaknya mengklaim dalam perencanaan pembangunan awal, sudah menyampaikan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng agar posisi bangunan kios menghadap ke Utara. Sementara realisasinya bangunan kios jutru menghadap ke Selatan.

Atas kondisi itu, potensi pendapatan PD Pasar Kabupaten Buleleng mulai menurun karena tidak bisa memungut cukai harian. Terlebih lagi dengan adanya rencana pedagang mengembalikan SHPTU, potensi pendapatan yang akan hilang mencapai 25 persen, yang berasal dari cukai harian, jasa bongkar muat, hingga jasa sewa tanah.

Sementara jika nantinya pedagang mengembalikan sertifikatnya, para pedagang harus siap dengan konsekuensi yang dihadapi, yakni pencabutan hak dan kehilangan registrasi. “Kalau memang nanti dicabut atau dikembalikan, saat selesai revitalisasi itu nggak tercantum lagi, itu sudah tercantum di perjanjian. Kami masih melakukan pendekatan supaya tidak sampai ada pengembalian hak, sebab ini terkait dengan hak mereka mendatang,” jelasnya. 

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia