Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Reeya Yakin Pengalaman Jalan Terbaik

19 November 2019, 15: 52: 50 WIB | editor : I Putu Suyatra

Reeya Yakin Pengalaman Jalan Terbaik

GURU : Reeya jadikan pengalaman guru terbaik. (ISTIMEWA)

Share this      

KUTA, BALI EXPRESS - Mencari popularitas di panggung hiburan malam electronic dance music (EDM), tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi mengambil peran sebagai seorang disc jockey (DJ). Namun, hal tersebut tidak menjadi masalah penting bagi female DJ Reeya.

Reeya , talent lokal asal Bali ini  terbilang sebagai DJ pendatang baru. Di pertengahan tahun 2018, pemilik nama lengkap Ni Wayan Ria Widyari ini,  baru mulai menjajal panggung sebagai DJ. Ia kerap tampil di event berkonsep sunset atau acara yang diselenggarakan  waktu sore hari.
Namun, karena menganggap pengalaman adalah guru terbaik, dara cantik kelahiran Denpasar ini,  memberanikan diri untuk terjun menghibur party lovers di club atau diskotek.

Reeya percaya, sebagai peramu musik EDM harus membutuhkan pengalaman yang lebih banyak. "Setelah fasih tentang dasar musik DJ, saya awalnya baru berani ngambil event sunset dan bukan di club,” tutur Reeya saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa waktu lalu. Menurutnya, yang harus dipahami selama menjalani profesi DJ adalah musik elektro yang akan terus berkembang setiap harinya. Apalagi, party lovers di Bali terbilang tak sedikit. Kesukaan atau selera mereka pun tentu berbeda-beda.


“Kalau kita bisa memperkaya pengalaman, tentu dengan sendirinya bisa paham dengan warna musik yang diinginkan crowd,” imbuhnya. Selain itu, perempuan yang baru menginjak usia 20 tahun itu pun meyakini, jika seorang female DJ harus memiliki skill, attitude, image atau penampilan yang tidak hanya bermodal paras cantik dan keseksian tubuh saja. Tak disanggahnya, hadir dengan beragam karakter atau gaya berpenampilan, terkadang membuat image female DJ dinilai buruk. “Kalau menanggapi DJ perempuan yang hanya bermodalkan cantik dan seksi itu sih buat saya akan hanya untuk menaikan nama agar bisa menjadi tenar. Dan, itu hanya sesaat," terangnya. Bagi Reeya, yang dibutuhkan female DJ itu adalah skill, attitude, dan image atau penampilan yang sewajarnya saja. Karena nge-DJ itu tujuannya menghibur.

"Tentu bukan dengan style seksi atau pesona seseorang, akan tetapi dengan menyuguhkan musik yang berkualitas,” tegas perempuan kelahiran 12 Desember 1999 tersebut.

Terkait karakter warna musik yang kerap disuguhkan, Reeya mengaku jika feel yang dimilikinya lebih ke genre musik RNB dan deep house. Akan tetapi ia memastikan, bahwa kemampuan yang dimilikinya itu akan terus meningkat jika diimbangi dengan beragam pengalaman manggung.  “Sampai saat ini saya masih banyak belajar untuk menguasai beragam genre musik. Kedepan pastinya akan terus berkembang lagi,” tungkas Reeya.

Ketika ditanya tentang hal apa yang menarik dari dunia DJ, Reeya dengan senyum tipis, mengkui yang menjadi daya tariknya  memiliki banyak relasi, jiwa sosialisasi, dan  tentunya bisa menghibur banyak orang.

Perempuan yang aktif terlibat sebagai dancer, foto model, dan freeland make-up tersebut, mengaku masih merasa nyaman dengan profesi yang dinilai kebanyakan orang masih negatif dengan gaya hidup dan tawaran dunia malam.

“Jadi, awalnya saya ini suka clubing dan kebetulan suka denger musik yang bergenre EDM gitu. Lama kelamaan pengen belajar dan menjadi DJ juga, ternyata asyik juga ya, meski stiga negatif sebagian masyarakat masih juga terdengar," ujarnya.

Bagi Reeya, profesi sebagai DJ itu selama dinikmati, enjoy, dan selama ada niat untuk benar-benar ngejalaninya sesuai track, semuanya tidak susah.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia