Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tunggu Pelantikan, Perbekel Bontihing Terpilih Meninggal

19 November 2019, 18: 58: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tunggu Pelantikan, Perbekel Bontihing Terpilih Meninggal

JENAZAH : Gede Rasa, kakak sulung mendiang Perbekel Bontihing terpilih, berada di sebelah jasad Ketut Daging Arta, Selasa (19/11) petang. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

KUBUTAMBAHAN, BALI EXPRESS - Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan berduka. Perbekel terpilih hasil Pilkel serentak pada 31 Oktober 2019, Ketut Daging Arta, 54 menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa (19/11) pukul 13.30 Wita di RS Parama Sidhi. Ironisnya, korban meninggal sebelum dilantik.

Diduga kuat, mendiang meninggal akibat terkena serangan jantung saat bekerja di Koperasi yang berkantor di Banyuasri, Singaraja. Sebab, sebelum meninggal, korban sempat pingsan di kantornya, hingga dilarikan ke RS Parama Sidhi.

Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), suasana berkabung begitu terasa di rumah duka yang berlokasi di Banjar Dinas Kanginan, Desa Bontihing. Keluarga dan kerabat mendiang Ketut Daging terlihat berdatangan pada Selasa malam.

Anak sulung korban, Gede Upadana Yasa, 25, sama sekali tidak menyangka jika sang ayah telah berpulang begitu cepat. Terlebih pria yang bekerja di Denpasar ini tidak mendapat firasat terkait kepulangan sang ayah tercinta

Kabar duka itu ia dapatkan dari kerabatnya di kampung. “Terakhir saya komunikasi dengan Bapak (almarhum, Red) pada 15 November. Saat itu kondisinya sangat sehat, masih bisa bekerja di koperasi,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Ditanya terkait riwayat sakit, Gede Upadana tak menampik jika sang ayah sempat mengalami sakit sebelum perhelatan pilkel. Hanya saja kondisinya sudah membaik dan bugar ketika ikut bertarung di Pilkel serentak. “Tidak ada tanda-tanda akan meninggal. tiba-tiba tadi (Selasa siang, Red) dikabari kalau Bapak sudah gak ada,” imbuhnya.

Sementara itu, kakak sulung almarhum, Gede Rasa, 70, membenarkan jika sang adik meninggal di RS Paramasidhi. Sebelum dinyatakan meninggal oleh tim medis, mendiang sempat pingsan di kantor koperasi tempatnya bekerja.

Bahkan beberapa jam sebelum dinyatakan meninggal, mendiang juga menyempatkan ikut rapat di Kantor Kecamatan Kubutambahan terkait fiting baju untuk upacara pelantikan Perbekel pada Desember mendatang.

“Sehari sebelum meninggal sempat saya ajak menghadiri undangan pernikahan ponakan. Jadi kondisinya sangat sehat, tidak ada tanda-tanda. Saya mendapat telepon setelah adik saya masuk UGD. Dan ternyata nyawanya tidak tertolong,” ucapnya lirih.

Dijelaskan Gede Rasa, selama perhelatan pilkel serentak, kondisi adiknya begitu bugar. Hingga pada 31 Oktober, akhirnya sang adik berhasil menumbangkan incumbent dengan meraih perolehan suara sebanya 1.747 suara.

“Sempat ikut rapat di kantor camat, ukur baju untuk persiapan pelantikan. Nah… sepulang dari rapat itu, kantanya ia sempat pingsan di kantornya,” ujar Gede Rasa yang juga mantan perbekel Desa Bontihing, periode 2007-2013 itu.

Di mata Gede Rasa, sosok sang adik begitu humanis. Ia sangat supel dan kerap menyama braya. Selama ini sang adik bekerja di Koperasi Loka Amerta, setelah memasuki pensiun di Bank BPD Bali. “Kami masih rembug keluarga, kapan akan dikremasi,” bebernya.

Ia pun tak menampik, sehari sebelum berpulang, Gede Rasa sempat bermimpi aneh. Dalam mimpi tersebut, Gede Rasa mengaku menimang bayi berulang kali. “Kalau mimpi begitu biasanya ada godaan. Ternyata ini godaannya. Sebelum meninggal, secara nyata adik saya juga minta memaping areal rumah, selalu didiskusikan,” tutupnya.

Terpisah, seizin Kadis PMD, Kepala Bidang (Kabid) Pemdes I Gusti Ngurah Putu Mastika, S.STP saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya sudah mendengar kabar duka Perbekel terpilih Ketut Daging Arta meninggal dunia

Selanjutnya, Dinas PMD Buleleng akan berkoordinasi dengan Camat Kubutambahan, Gede Suyasa untuk menyiapkan Penjabat (PJ) Perbekel Desa Bontihing. Regulasi tersebut mengacu pada Pasal 4a Ayat 1 Permendagri Nomor 66 tahun 2017 perubahan Permendagri Nomor 82 tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian kepala desa.

"Salah seorang PNS akan ditunjuk selaku PJ perbekel Desa Bontihing untuk mengisi kekosongan jabatan perbekel terpilih Ketut Daging Arta yang meninggal dunia. Nanti, PJ bertugas selama dua (2) tahun kedepan sampai menunggu Pilkel serentak 2021 mendatang," singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia