Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Rekrutmen Calon Direktur PDAM Bangli Diulang

19 November 2019, 19: 33: 15 WIB | editor : Nyoman Suarna

Rekrutmen Calon Direktur PDAM Bangli Diulang

I Nyoman Puja, asisten I Sekda Bangli yang juga ketua panitia seleksi calon direktur PDAM Bangli. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Pemkab Bangli memutuskan mengadakan rekrutmen ulang direktur PDAM Bangli. Hal itu dilakukan karena rekrutmen yang digelar sebelumnya tak ada pelamar yang memenuhi syarat. Kelima pelamar dinyatakan gagal sehingga kursi direktur PDAM masih diisi I Nyoman Terus Arsawan dengan status Plt direktur.

Asisten I Sekda Bangli I Nyoman Puja sekaligus ketua panitia seleksi mengatakan, direktur PDAM harus segera diisi untuk memaksimalkan kinerja PDAM dalam melayani pelanggan. Seperti diketahui, kewenangan Plt terbatas. Bupati Bangli I Made Gianyar, menurut Puja, meminta agar direktur PDAM harus segera diisi.

Syarat pelamar kursi direktur masih sama dengan sebelumnya. Salah satu syaratnya, yakni tidak menjadi kader partai politik (parpol). Pendaftaran dibuka untuk umum. Tidak harus warga Bangli. Pelamar yang pada rekrutmen sebelumnya dinyatakan gagal boleh ikut lagi. “Kami tidak membatasi,” kata Puja, Selasa (19/11).

Dikatakannya, pendaftaran dibuka sejak Kamis (14/11), dan ditutup Selasa (19/11). Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), terdapat empat orang pelamar. Dua di antaranya adalah pelamar yang pada rekrutmen sebelumnya dinyatakan gagal, yaitu Pande Ketut Bambang Liawan dan I Dewa Retno Suparso Mesi.  Dengan empat orang pelamar itu, berarti pendaftaran tidak diperpanjang. Keempat pelamar akan mengikuti tahapan seleksi. Dimulai tes administrasi, lanjut tes kesehatan, uji kompetensi dan tes lainnya.

Disinggung terkait rekrutmen sebelumnya, pejabat asal Desa Landih, Bangli itu menerangkan, sejatinya sudah ada satu peserta yang hampir lolos karena nilainya tertinggi, yakni I Dewa Retno Suparso Mesi. Namun, setelah tim seleksi melakukan penelusuran rekam jejaknya, pria yang akrab disapa Dewa Rono itu ternyata berstatus calon legislatif (caleg) saat mendaftar.  Saat seleksi administrasi, tim seleksi tidak tahu bahwa yang bersangkutan caleg DPRD Bangli sehingga dia bisa lolos administrasi, dan mengikuti beberapa tahapan seleksi. “Kami tahu peserta itu berstatus caleg setelah bersurat ke KPU,” tandas Puja.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia