Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gubernur Koster Serahkan DIPA 2020 Kepada Bupati Eka

19 November 2019, 20: 26: 44 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gubernur Koster Serahkan DIPA 2020 Kepada Bupati Eka

DIPA : Bupati Eka saat menerima DIPA 2020 yang diserahkan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Selasa (19/11). (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Gubernur Bali I Wayan Koster menyerahkan DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) 2020 kepada Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Gubernur Koster juga menyerahkan DIPA 2020 tersebut kepada delapan kabupaten/kota dan kementerian/lembaga lainnya di Bali, Selasa (19/11) di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Penyerahan DIPA tersebut disaksikan Kakanwil DjPB Bali Tri Budhianto, Forkopimda Provinsi Bali, para perangkat daerah di lingkungan Provinsi Bali, instansi vertikal dan BUMD serta para awak media, baik media cetak maupun elektronik.

Adapun alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020 untuk Kabupaten Tabanan sebesar Rp 1.362.932.829 yang terdiri dari dana bagi hasil Rp 20.067.099, DAU Rp 847.531.310, DAK Rp 161.411.139, DAK Non Fisik Rp 114.041.440, DID Rp 66.958.971, Dana Desa Rp 122.922.870.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan DIPA secara nasional oleh presiden RI kepada seluruh menteri, gubernur dan lainnya pada hari Kamis, 14 November 2019 di Istana Negara.

Lanjut Koster, dengan dilakukan penyerahan DIPA pada bulan November 2019 ini, diharapkan seluruh instansi dan kelembagaan dalam daerah bisa langsung melakukan pelelangan pekerjaan yang dapat merealisasikan programnya mulai awal Januari tahun 2020.

“Secara substansial DIPA bermakna sebagai penjabaran program pembangunandan pelayanan kepada masyarakat yang harus direalisasikan dengan penuh tanggung jawab. Evaluasi kinerja tahun sebelumnya harus dijawab dengan akselerasi pencapaian kinerja melalui langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam tahun 2020 mendatang ini,” ujarnya.

Koster menambahkan, berdasarkan laporan Kakanwil DjPB Bali, tahun 2020 Provinsi Bali mendapatkan alokasi TKTD dan dana desa sebesar Rp 12,24 triliun dengan rincian, transfer daerah sebesar Rp 11,8 triliun dan dana desa sebesar Rp  658 miliar. Sementara itu, alokasi belanja satuan kerja vertical dan organisasi perangkat daerah sebesar Rp 11 triliun.

“Atas dukungan dana APBN tersebut dan dengan memperhatikan arahan bapak presiden, saya mengingatkan saudara-saudara agar benar-benar melaksanakan arahan bapak presiden RI yang sangat penting dalam acara Rakornas Indonesia Maju tanggal 13 Nopember 2019 di Sentul,” tambahnya.

Lanjut Gubernur Koster, kalau melihat anggaran yang dialokasikan dalam APBN untuk Bali melalui dana satker adalah Rp 11 triliun dan dana transfer serta dana desa sebesar Rp 12 triliun, jadi total Rp 23 triliun. Diakuinya, ini adalah jumlah yang cukup besar untuk Bali tahun ini. Belum lagi anggaran APBN yang dialokasikan oleh kementerian untuk wilayah Bali, terutama infrastruktur.

“Saya kira kalau ini dijalankan dengan baik, akan sangat berperan untuk mempercepat pembangunan di wilayah Provinsi Bali,” urai Koster.

Untuk memperlancar hal tersebut, Gubernur Koster menekankan pentingnya membangun hubungan yang harmonis antar instansi. Hubungan yang harmonis juga harus dibangaun di dalam kepemerintahan dalam pembangunan daerah sesuai arahan bapak presiden RI. Jangan membuat terlalu banyak  peraturan dan lain-lain. "Ini betul-betul mendapatkan penekanan dari presiden,” ungkapnya.

Gubernur Koster menyampaikan, kebiasaan bekerja mulai awal tahun di dalam mengelola APBD ini belum berjalan cepat di daerah. Ke depan, ia mengaku akan bertindak tegas pada OPD yang jalannya lambat dalam mengelola anggaran. “Mau maju terus atau tidak,” imbuh Gubernur Koster.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia