Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Pembakaran KIS di Anturan, Kadus Suarta Akhirnya Mengaku Hoax

19 November 2019, 21: 18: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Soal Pembakaran KIS di Anturan, Kadus Suarta Akhirnya Mengaku Hoax

PERNYATAAN : Surat pernyataan yang ditandatangani Kadus Pasar, Desa Anturan, Ketut Suarta. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Ketut Suarta, kelian Dusun Pasar, Desa Anturan yang mengaku telah membakar 21 lembar KIS akhirnya angkat bicara pada Selasa (19/11). Pria yang sempat mencalonkan diri sebagai perbekel Anturan itu mengakui jika aksi pembakaran KIS tersebut adalah hoax. Ia nekat menebar hoax lantaran kecewa kalah dalam Pilkel Serentak pada 31 Oktober.

Isu pembakaran 21 lembar KIS milik warga miskin yang dilakukan oleh Suarta sengaja dihembuskan kepada warga Desa Anturan lantaran sakit hati tidak dipilih masyarakat. Padahal, selama ini Suarta mengklaim pontang-panting membantu mengurus warga miskin tersebut untuk mendapatkan KIS.

Aksi konyol ini pun mendapat perhatian serius dari sejumlah pihak. Bahkan, staf BPJS Cabang Singaraja bersama aparat Desa Anturan dan anggota kepolisian secara khusus menyikapi persoalan ini. Tim langsung mendatangi Suarta dan juga beberapa orang pemegang KIS yang mendengar informasi jika kartunya turut dibakar.

Dalam pertemuan terungkap, informasi pembakaran KIS adalah hoax. Atas kondisi itu, Suarta pun langsung diminta membuat surat pernyataan atas ulahnya tersebut. Ada 5 point dalam surat pernyataan yang dibuatnya.

Isinya sebagai berikut: poin pertama "Bahwa memang benar saya pernah menyatakan telah membakar Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Pantai Celuk Agung yang didengar oleh Ketut Mudiana dari Banjar Dinas Munduk Desa Anturan untuk hari dan tanggal saya lupa,".

Poin kedua, "Bahwa memang benar dalam klarifikasi Perbekel Anturan bersama perangkat desa tanggal 11 November 2019 dan 18 November 2019 di Kantor Perbekel Anturan, saya menyatakan dan membenarkan isu di masyarakat bahwa memang benar saya membakar KIS sebanyak 21 lembar, salah satunya milik Kadek Mertada, cs,"

Point ketiga, "Bahwa sesuai dengan pernyataan poin 1 dan 2 di atas tersebut adalah tidak benar, dan hanya sebatas sensasi kekecewaan, dengan alasan tidak dipilih saat Pilkel Desa Anturan, dengan dilakukan pengecekan di lapangan yang didampingi staf BPJS, ketua BPD, kelian Banjar Munduk, dan kepolisian untuk kartu atas nama Kadek Mertada, cs masih utuh."

Poin keempat, "Bahwa sesuai hasil pengecekan di lapangan, Kartu Indonesia Sehat atas nama Kadek Mertada, cs masih utuh dipegang yang bersangkutan. Dan poin kelima, "Atas pernyataan berita tidak benar yang telah saya lakukan sehinggga meresahkan warga masyarakat, saya dengan sungguh-sunguh meminta permohonan maaf kepada pemerintah, masyarakat Desa Anturan serta pihak terkait lainnya dan saya siap bertanggung jawab serta diproses secara hukum yang berlaku atas perbuatan dan kebohongan tersebut."

Surat pernyataan itu ditandatangani langsung kelian Dusun Pasar yang juga calon perbekel Desa Anturan, Suarta, selaku pihak yang membuat pernyataan. Kemudian ditandatangi juga oleh Perbekel Desa Anturan Made Budi Arsana dan Ketua BPD Anturan Putu Juliasa selaku para pihak yang mengetahui.

Perbekel Desa Anturan Made Budi Arsana mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan yang digelar pihak BPJS, kepolisian, Suarta telah mengklarifikasi bahwa ulah yang dilakukannya hanya sebatas mencari sensasi atas kekalahannya di Pilkel. "Pagi tadi, ada BPJS, Polres, yang bersangkutan sudah klarifikasi bahwa pernyataan yang dilontarkan itu, menurut dia, hanya sensasi atas kekecewaan di Pilkel," kata Budi Arsana.

Padahal, menurut Budi Arsana, dari pertemuan 11 November dan 18 November, Suarta bersikukuh memang membakar 21 lembar KIS warga. Namun faktanya, Selasa (19/11) Suarta malah membantah dan mengakui menyebar berita bohong. Terkait sanksi, Budi Arsana mengaku, masih melakukan koordinasi dengan Camat Buleleng.

"Istilahnya, mengarang berita bohong dia. Tapi dia siap bertanggung jawab atas perbuatannya, yang menurut dia itu, hanya sensasi. Kami akan proses sesuai pernyataan dia itu. Saya akan koordinasi ke camat untuk sanksi yang akan kami berikan," pungkas Budi Arsana.

Diberitakan sebelumnya, ulah Ketut Suarta, warga Desa Anturan, Kecamatan Buleleng bikin geger masyarakat setempat. Pria yang juga kelian Dusun Pasar, Desa Anturan nekat membakar puluhan Kartu Jaminan Kesehatan Indonesia (KIS) milik warga miskin di Desa Anturan. Usut punya usut, aksi tersebut  merupakan luapan  kekecewaan lantaran Suarta kalah pada pemilihan perbekel serentak Buleleng pada 31 Oktober lalu di Anturan.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia