Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Perayaan Maulid Nabi di Denpasar, Gelorakan Semangat Perdamaian

19 November 2019, 21: 41: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Perayaan Maulid Nabi di Denpasar, Gelorakan Semangat Perdamaian

MAULID NABI: Anak-anak mengarak telur dan atraksi Tari Rodat dalam perayaan Maulid Nabi di Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Selasa (19/11). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Ratusan anak mengarak telur hias dengan iringan ibu-ibu yang memainkan musik rebana sambil membaca salawat. Kegiatan ini serangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1441 Hijriah yang dipusatkan di CV Chidehafu Garments & Leather Manufacture, Jalan Pulau Moyo, Pedungan, Denpasar, Selasa (19/11).

Pawai telur sendiri memiliki makna sebagai proses kelahiran. Kulit telur diibaratkan sebagai lambang agama Islam. Kemudian putih telur, bermakna keimanan seorang yang beragama Islam dengan percaya dan melaksanakan perintah Tuhan melalui wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW. Sedangkan kuning telur yang berada di bagian paling dalam, bermakna seorang muslim yang beriman akan ikhlas dengan semua ketentuan Tuhan YME.

Penanggung jawab acara Tri Dwi Hantoro menjelaskan, CV Chidehafu mengakomodasi kegiatan ini serangkaian perayaan Maulid Nabi serta untuk menjalin kerukunan umat beragama di tengah maraknya isu radikalisme.

"Kami sebenarnya bersaudara, tidak memandang agama. Kalau kami umat muslim di Pedungan  mempunyai prinsip, di mana bumi dipijak, di situ langit dijungjung. Nah di situlah kaitannya dengan Maulid Nabi untuk menjalin kerukunan umat beragama. Kami ingin kebersamaan dan kerukunan umat beragama tetap satu agar Bali tetap damai dan aman," ujar Hantoro

“Selain melibatkan orang muslim, kami juga mengundang tokoh agama Hindu dan juga melibatkan pecalang untuk ikut membantu menertibkan jalannya pawai. Kami ingin menyampaikan pesan kepada warga yang hadir, bahwa Islam hadir membawa jalan damai," katanya.

Ketua panitia Muhammad Asmuni Hasan menambahkan, dengan peringatan Maulid Nabi ini diharapkan semakin erat hubungan persaudaraan sesama warga khususnya di daerah Pedungan. "Kami juga ucapkan terima kasih kepada umat Hindu yang sudah ikut mendukung terselenggaranya acara ini," ujarnya

Lebih lanjut, selain pawai telur hias, acara juga diisi dengan Tari Rodat, penampilan santri Al Hidayah, Salawat Nabi Cahaya Madinah, dan ditutup dengan ceramah agama dari Kiai Haji Abdul Ghoffar yang membawakan tema "Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SWA, Mari Kita Jalin Hubungan Baik Antarumat Beragama."

(bx/bay/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia