Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Waspadai Ancaman Balatkom, Prajurit Diimbau Tak Terhasut

19 November 2019, 22: 20: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Waspadai Ancaman Balatkom, Prajurit Diimbau Tak Terhasut

BALATKOM: Dandim 1617/Jembrana Letnan Kolonel Kavaleri Djefri Marsono Hanok menyampaikan materi kegiatan sosialisasi Balatkom kepada prajurit dan keluarganya, Selasa (19/11). (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Paham komunis, meski sudah dilarang, namun masih berperluang menyebar di kalangan militer. Sehingga prajurit dan keluarga besarnya harus terus diberikan pemahaman guna mengantisipasi bahaya laten komunis (Balatkom). Hal tersebut disampaikan Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok di sela-sela kegiatan sosialisasi kepada prajurit dan keluarganya, Selasa (19/11).

“Kami memberikan pemahaman dan mengingatkan prajurit serta keluarganya tentang bahaya komunisme,” ujarnya.

Pemahaman itu, lanjutnya, dikemas dalam bentuk sosialisasi tentang bahaya laten komunis, sehingga kewaspadaan yang tinggi di kalangan prajurit TNI AD tetap terjaga. Dengan demikian, mereka tak mudah terhasut dan terpancing oleh tipu daya maupun propaganda yang dilakukan pihak komunis.

Dandim menambahkan, sesuai Tap MPRS XXV/1966, penyebarluasan ajaran Marxisme, Leninisme/Komunisme di Indonesia dilarang oleh negara. “Sesuai produk hukum, semua bentuk kegiatan yang berhaluan komunis dan underbow-nya di Indonesia dilarang,” tegasnya.

Sementara itu, Kapten Chb Karyanto Tunggu selaku pemateri menyampaikan, kebangkitan komunis di Indonesia secara nyata mereka lakukan dengan strategi secara terang-terangan maupun secara gerakan bawah tanah. “Strateginya dengan menyebarkan agitasi, propaganda, fitnah, kekerasan, adu domba dan menghalalkan segala cara,” ujarnya.

Sedangkan Pasipers Dim, Kapten Inf Zainul menerangkan, ideologi komunis tetap dilarang hidup kembali di Indonesia. Tap MPRS XXV/1966 harus tetap dipertahankan. Komunis adalah musuh seluruh bangsa Indonesia, karena terbukti dua kali melakukan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia. Ia mengingatkan komunis sewaktu-waktu dapat mengancam bangsa Indonesia, karena komunis dalam perjuangannya tidak mengenal menyerah. “Prajurit TNI-AD harus mengambil langkah-langkah dengan meningktakan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tingkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai Pancasila, tingkatkan wawasan kebangsaan, tingkatkan KTR, tingkatkan kesadaran masyarakat,” pintanya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia