Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Pendaftaran Bacalon Perbekel Melinggih Kelod Diiringi Dua Baleganjur

19 November 2019, 23: 00: 48 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pendaftaran Bacalon Perbekel Melinggih Kelod Diiringi Dua Baleganjur

PERBEKEL : Bakal calon Perbekel Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan I Wayan Edy Setiawan saat mendaftar Pilkel diiringi dua barung baleganjur, Selasa (19/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EPXRESS – Pendaftaran calon Perbekel Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan berlangsung meriah, Selasa (19/11). Pasalnya calon yang merupakan seorang pengusaha bergerak di bidang pariwisata, I Wayan Edy Setiawan, berjalan kaki dan diiringi krama serta dua barung baleganjur menuju kantor desa setempat.

Layaknya seorang bacalon bupati yang akan daftar maju bertarung di Pilkada, ratusan krama pun turut jalan kaki mengawal pria berusia 39 tahun itu. Ia pun mengaku maju ke Pilkel murni karena dukungan masyarakat yang memintanya untuk maju bertarung. “Saya maju atas dukungan keluarga besar dan warga dari tiga banjar terdiri atas Banjar Bayad, Paneca dan Karang Suwung,” paparnya.

Edy menuju kantor Desa Melinggih Kelod sekitar pukul 11.00. Sebelumnya ia sembahyang di Pura Puseh Bali Aga Catur Sanak dan langsung menuju kantor desa. Ratusan simpatisannya juga tampak beriringan berjalan kaki sejauh 800 meter menuju kantor desa setempat.

Dengan  diiringi dua gong baleganjur itu, menurutnya, sebagai bukti bahwa dirinya tidak main-main untuk maju bertarung memperebutkan posisi strategis sebagai kepala desa. “Ya jelas, sebagai salah satu wujud dukungan masyarakat yang menginginkan saya maju,” imbuh pemilik Kuber Adventure  tersebut.

Dalam kesempatan itu, Edy mengaku tertarik bertarung di Pilkades untuk membangkitkan desa kelahirannya, terutama di bidang pariwisata. Diungkapkan juga, tujuan ke depannya, untuk memajukan desa dan bisa menggerakkan roda pariwisata. Tanpa ada di posisi di kepala desa, menurutnya, sangat susah.

Pria lulusan D2 Pariwisata Mapindo itu pun menambahkan, sudah siap waktunya lebih banyak dihabiskan untuk kepentingan masyarakat umum. Sedangkan untuk usaha yang dimilkinya, saat ini dikelola istrinya. Sehingga waktu luang yang ia miliki ketika menjadi Perbekel nantinya akan dimanfaatkannya. 

Ditemui terpisah, Ketua Panitia Pilkel Melinggih Kelod I Kadek Surya Mahendra menjelaskan sudah ada dua bakal calon Pilkel yang mendaftar. Bahkan keduanya merupakan bergerak di bidang pengusaha pariwisata. Bacalon pertama diterangkan I Made Sudariana yang mendaftar Jumat (15/11). Saat ini disusul oleh I Wayan Edy Setiawan yang dikawal menggunakan dua barung baleganjur.

Setelah itu, tahapan selanjutnya yakni seleksi administrasi dan pencoklitan data pemilih. Dijelaskan, berdasarkan rapat pleno yang digelar beberapa waktu lalu, jumlah daftar pemilih sementara di Desa Melinggih Kelod sebanyak 3.430 orang. Yaitu dari enam banjar terdiri atas Banjar Bayad, Paneca, Pengaji, Karang Suwung, Tiba Kauh dan Begawan.

Seperti berita sebelumnya. Pilkel serentak di Gianyar akan berlangsung pada 19 januari 2020. Sebanyak 29 desa dinas yang akan melangsungkan Pilkel di Kabupaten Gianyar itu tersebar di tujuh kecamatan. Terdiri atas Kecamatan Sukawati ada tujuh desa, Kecamatan Gianyar ada empat desa, Blahbtuh empat desa, Payangan lima desa, Tegalalang empat desa, Ubud tiga desa dan Tampaksiring dua desa. Penyelenggaraan pilkel serentak itu pun dikatakan mengacu pada Permendagri Nomor 65 Tahun 2018. 

Untuk penerimaan pendaftaran bakal calon mulai dari 10 sampai batas waktu 20 Nopember 2019. Siapapun boleh mendaftar, dan tidak menjadi anggota partai dengan beberapa ketentuan. Salah satunya jika calon  menjadi Pegawai Negeri Sipil harus mendapatkan izin atasan. Sedangkan di beberapa banjar yang ada mencalonkan Kelihan Banjar Dinas menjadi bakal calon Perbekel dikatakan cukup mengajukan cuti, dan tidak perlu izin atasan.

Diharapkan nantinya prebekel yang terpilih adalah prebekel yang inovatif dan kreatif. Karena salah satu indikator keberhasilan prebekel  adalah meningkatnya Pendapatan Asli Desa. Dengan kreativitas dan inovasi yang dimiliki tentu prebekel akan mampu menggali potensi-potensi yang ada di desanya. Sesuai dengan peraturan permendagri juga bahwa sebagian besar dana desa harus dianggarkan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara itu, diprediksi jabatan kades saat ini akan menjadi rebutan. Karena melihat berbagai fasilitas yang diterima kades. Selain itu penghasilan tetap untuk kades  selalu mengalami kenaikan dan mendapat fasilitas plesiran keluar daerah dengan format study banding. Sesuai amanat PP 11 tahun 2019, di tahun 2020 nanti prebekel akan menerima penghasilan tetap Rp 5 juta di luar tunjangan-tunjangan yang didapatkan.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia