Selasa, 18 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Disdikpora Karangasem Petakan Ratusan Ruang Kelas Butuh Perbaikan

20 November 2019, 11: 42: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Disdikpora Karangasem Petakan Ratusan Ruang Kelas Butuh Perbaikan

AMBRUK: Plafon ruang kelas V SDN 2 Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, ambruk Senin (18/11) pagi. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Peristiwa ambruknya plafon ruang kelas di SDN 2 Tri Eka Buana, Kecamatan Sidemen, belum lama ini, memantik reaksi sebagian masyarakat. Kasus itu ibarat gunung es. Ternyata jumlah ruang kelas yang masuk kategori rusak masih banyak di Karangasem.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem mencatat ada sekitar 2.200 ruang kelas SD. Sebanyak 660 ruangan di antaranya masuk kategori rusak. Baik ringan maupun sedang. Meski demikian, Disdikpora sudah memetakan sejumlah ruang kelas di beberapa SD akan mendapat perbaikan.

Kepala Disdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika berkomitmen perbaikan sejumlah ruang kelas menjadi prioritasnya pada 2020 mendatang. "Sudah masuk rencana kerja dan anggaran (RKA) dan 2020 ini ada beberapa ruang kelas yang diperbaiki. Terutama yang temboknya retak-retak," kata Kartika, dikonfirmasi, Selasa (19/11).

Dia menyebutkan, ada enam SD yang dapat sentuhan peremajaan pada 2020 mendatang. Semuanya tersebar di Kecamatan Karangasem, Abang, Selat, dan Kubu. "Selain itu ada SD 3 Pidpid (Kecamatan Abang) yang mengalami kerusakan pada dinding ruang kelas yang retak," imbuhnya seraya mengatakan kerusakan rata-rata cat tembok mengelupas, tembok retak, dan plafonnya jebol.

Dia menambahkan, selama ini antara seksi bagian sarana dan prasarana Disdikpora dengan sekolah telah berkoordinasi dengan baik. Bahkan penyisiran ke sekolah terus dilakukan. Tujuannya, data pokok pendidikan (Dapodik) yang ada di masing-masing sekolah dapat ditindaklanjuti.

Jika dikaitkan dangan peristiwa ambrolnya plafon ruang kelas V SD 2 Tri Eka Buana, Kartika ingin operator di masing-masing sekolah melakukan pencatatan secara utuh. "Khusus di SD 2 itu (Tri Eka Buana), saya sudah sarankan, agar mengecek plafon di ruangan lain. Kalau sudah (diketahui) rusak agar plafon di bongkar saja, untuk keamanan siswa dalam mengikuti pelajaran," pungkasnya.

Salah seorang petugas dapodik yang namanya enggan disebut, menegaskan sudah melaporkan jika ada perubahan di sekolah. Itu dilakukan secara periodik. Akan tetapi jika berkaitan dengan pelaporan kondisi gedung sekolah, pihaknya merasa kesulitan. Dalam pandangan Dapodik, boleh jadi memerlukan perbaikan segera apabila ditemukan kerusakan bangunan. "Tapi berbeda nanti dengan kebijakan di dinas," katanya. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia