Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Baru Sebulan Lepas, Kertayasa Kembali Bersiap Masuk Bui

21 November 2019, 09: 40: 10 WIB | editor : I Putu Suyatra

Baru Sebulan Lepas, Kertayasa Kembali Bersiap Masuk Bui

RESIDIVIS: Agus Budi Kertayasa, 21, yang ditangkap di sebuah gang di kota Denpasar, Rabu (13/11) lalu lantaran mengedarkan narkoba. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Alasan ekonomi sering kali menjadi dalih seseorang menjadi pengedar narkoba. Agus Budi Kertayasa, 21, contohnya. Pemuda ini ditangkap di sebuah gang di kota Denpasar, Rabu (13/11) lalu. Menariknya, ia baru sebulan menghirup udara segar. Sebab, sebelumnya juga mendekam di balik sel Lapas kerobokan.

Kapolresta Denpasar, Kombespol Ruddy Setiawan Rabu (20/11) menerangkan, pelaku ditangkap di Gang Cempaka, Jalan Sedap Malam, Denpasar. "Awalnya kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di daerah Gang Cempaka sering terjadi transaksi narkoba. Tim kami langsung mengatensi tempat tersebut," ungkapnya.

Satuan Narkoba Denpasar bersama Satgas CTOC kemudian meringkus Agus. "Tersangka ini kami tangkap saat berada di gang Cempaka tersebut. Kemudian tersangka digiring ke kosnya dan digeledah. Dalam kosnya ditemukan 12 paket ekstasi dengan jumlah 1.250 butir," jelas Ruddy.

Saat diinterogasi, Agus  mengakui barang tersebut miliknya sendiri. "Tersangka mengakui barang tersebut miliknya, dia mengaku disuruh seseorang bernama Putu Ari yang tidak diketahui keberadaannya oleh tersangka. Jadi ini merupakan jaringan terputus,” terang mantan Kapolres Badung itu.

Modus yang digunakan tersangka dalam mengedarkan barang terlarang tersebut, dengan menempelkan paket di beberapa titik di wilayah gang Cempaka Sedap Malam, Denpasar. Terkait upah, sekali tempel tersangka mendapat Rp 50 Ribu. Tersangka diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap dan menjadi kurir karena kebutuhan ekonomi. " Tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap, ya pekerjaannya ini," kata Ruddy.

Agus, imbuh, Kasatnarkoba Polresta Denpasar, AKP Mikael Hutabarat, baru sebulan lalu keluar dari penjara. Ia mendekam karena kasus pencurian dengan kekerasan. "Tersangka juga pernah ditaham karena kasus pencurian dengan kekerasan," ujarnya.

Kini Agus diganjar dengan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara dengan denda hingga Rp 8 Milliyard. "Kami akan terus dalami jaringannya," tandas Mikael.

(bx/ris/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia