Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Data Hasil Keroyokan Catat 7.554 KK Miskin di Gianyar

21 November 2019, 10: 08: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Data Hasil Keroyokan Catat 7.554 KK Miskin di Gianyar

BANTUAN : Bupati Gianyar, Made Mahayastra, menyerahkan bantuan untuk 14 desa di Gedung PLUT, Desa Bedulu, Rabu (20/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS -  Program pendataan warga miskin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gianyar akhirnya rampung. Data tersebut disusun secara "keroyokan" dengan mengerahkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Gianyar.

Hasil dari pendataan tersebut mencatat ada 7.554 kepala keluarga yang masuk kategori miskin. Jumlah ini jauh berbeda dengan Basis Data Terpadu (BDT) Kabupaten Gianyar 2019 dari Pemerintah Pusat yang angkanya mencapai 33 ribu kepala keluarga.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, mengklaim data yang dihimpun jajarannya itu sudah valid. Dan, data inilah yang akan dijadikan acuan untuk melaksanakan program pengentasan kemiskinan ke depannya.

"Data ini sangat penting. Saya kerahkan seluruh OPD dan staf. Dengan waktu dua minggu agar selesai dikunjungi. Semua sesuai data verifikasi," ujar Mahayastra saat menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di Gedung PLUT, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Rabu (20/11).

Selama proses pendataan berlangsung, dirinya terus memantaunya melalui media sosial. Dia ingin mendapatkan data yang riil. Karena dari data itulah, pihaknya akan menekan jumlah kemiskinan melalui APBD lewat Program Empat Aksi. Mulai dari pendataan, bedah dan rehab rumah, jambanisasi, serta bantuan permodalan. 

Di kesempatan itu, Mahayastra memberi apresiasi kepada 14 desa yang berprestasi dalam menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Apresiasi itu direalisasikan dengan menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang totalnya mencapai Rp 3,5 miliar. Sehingga masing-masing desa kebagian Rp 250 juta.

"Nanti akan ada petunjuk teknisnya. (BKK) dipakai untuk apa saja. Pastinya untuk menekan angka kemiskinan sesuai empat aksi tersebut," bebernya. 

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Anak Agung Putri Ari menjabarkan, 7.554 kepala keluarga miskin se-Gianyar itu meliputi Kecamatan Sukawati sebanyak 1.446 kepala keluarga; Kecamatan Blahbatuh sebanyak 724 kepala keluarga; Kecamatan Gianyar sebanyak 1.670 kepala keluarga; Kecamatan Tampaksiring 929 kepala keluarga; Kecamatan Ubud 903 kepala keluarga; Kecamatan Tegallalang 1.272; dan Kecamatan Payangan sebanyak 610 kepala keluarga.

Untuk menekan jumlah tersebut, beberapa upaya telah dilakukan. Di antaranya pelatihan keahlian, ketrampilan wirausaha, pendampingan kelompok usaha dan keahlian kerja, membangun prasarana produksi dan komoditas unggulan desa, pengembangan sentra produksi dan pemasaran, serta pengembangan bursa kerja. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia