Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Warga Selasih Blokade Jalan Dibubarkan Sat Reskrim Polres Gianyar

21 November 2019, 15: 01: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Warga Selasih Blokade Jalan Dibubarkan Sat Reskrim Polres Gianyar

MEDIASI: Waka Polsek Payangan saat melakukan mediasi dengan puluhan warga Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Rabu lalu (20/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Setelah 24 jam lamanya puluhan warga Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan memblokade jalan akhirnya dibubarkan. Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Gianyar turun langsung membuka jalan yang diblokade menggunakan bambu runcing tersebut pada Rabu sore (20/11).

Dalam kesempatan itu hadir juga Wakapolres Gianyar Kompol Adnan Pandibu, S.I.K.,SH bersama dengan Kabag Ops Polres Gianyar Kompol Dewa Mahaputra.SH , Kasat Shabara Polres Gianyar Made Tama, Anggota Dalmas serta Kapolsek Payangan AKP I Gede Sudyatmaja, SH.MH dan anggota Polsek Payangan turun ke Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Gianyar, AKP Deni Septiawan menjelaskan di Jalan Banjar Selasih, Desa Puhu, Payangan telah terjadi pemblokiran jalan. Aksi itu dilakukan oleh masyarakat sekitar yang menolak masuknya alat berat oleh PT untuk pembersihan lahan. “Fokus saya, bukan memihak PT dan warga. Kesalahan di sana, kenapa jalan umum diblokir. Kalau blokir jalan, otomatis ganggu ketertiban umum yang akan gunakan jalan itu. Maka kami bubarkan secara paksa terhadap barang yang diletakkan oleh oknum warga di tengah jalan,” jelasnya saat ditemui Kamis (21/11).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan dasarnya sesuai pasal 192 KUHP. Barang siapa dengan sengaja menghancurkan untuk lalu lintas umum, atau merintangi jalan umum, darat atau air. Diancam pidana 9 tahun penjara bila mejimbulkan bahaya keamanan. “Disana bahaya, karena selain dari pohon, ada juga bambu runcing. Dan ada beberapa ban. Itu menimbulkan bahaya lalu lintas,” jelasnya.

Dengan dasar tersebut ia bersama anggotanya melakukan pembongkaran yang dilakukan blockade oleh oknum warga. Disampaikan ia tidak begitu mengetahui apakah itu warga sekitar atau dari luar, karena itu sudah salah dan melanggar hukum. Meski demikian, sampai saat ini belum ada warga yang sampai diamankan.

Sedangkan untuk proses selanjutnya disana, petunjuk dari Kapolres dan koordinasi Bupati Gianyar akan dilakukan mediasi terlebih dulu. Yaitu yang akan difasilitasi Pemda, antara PT dan masyarakat penggarap lahan tersebut. “Disana memang buntu, tapi ada fasilitas pura dan menuju pertanian. Alat berat yang dihadang juga masih di sana. Itu seizin Bendesa dan kelian dinas, jadi masalah peletakan alat berat di sana urusan PT dan desa. Mau taruh dimana, itu terserah,” imbuhnya.

Ditambahkannya untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, pihak kepolisian ada yang berjaga dan berpatroli di kawasan tersebut. Selain itu juga telah dilakukannya pertemuan dengan PT. Disarankan PT, untuk tidak melakukan pekerjaan sambil melakukan mediasi terlebih dahulu. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia