Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bade Bripda Yudha Digotong Satu Pleton Polisi ke Setra

21 November 2019, 15: 04: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bade Bripda Yudha Digotong Satu Pleton Polisi ke Setra

BADE : Prosesi pengabenan Bripda I Gede Yudha Pratama, di Setra Lembeng, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Kamis (21/11). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Prosesi pengabenan atau perabuan Bripda I Gede Yudha Pratama dilangsungkan, Kamis (21/11). Sebelum dibawa ke setra Lembeng, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati terlebih dahulu jenazahnya diupacarai dengan kedinasan kepolisian. Dari rumah duka, bade tempat jenazah Bripda Yudha itu digotong oleh satu pleton Polisi yang merupakan rekan letingnya.

Prosesi upacara kedinasan kepolisian berlangsung pukul 11.30 di rumah duka Banjar Akte, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo. “Kami ucapkan terimakasih kepada krama adat, seluruh keluarga almarhum serta peserta upacara. Atas nama negara, Polri dengan ini menerima jenazah almarhum untuk selanjutnya segera diberangkatkan ke kuburan,” ucapnya saat memberikan amanat upacara.

Ia menyampaikan agar keluarga tetap sabar dan tabah dengan ujian yang dihadapi saat ini. Begitu juga dengan segenap anggota Polri yang hadir saat itu turut berduka cita. “Semoga segala dosa dan kekhilafan almarhum diampuni. Amal bhakti almarhum sejak bertugas sampai wafat agar mendapatkan tempat yang layak,” imbuh AKBP Priyanto.

Sedangkan pihak keluarga yang menyerahkan almarhum diupacarai secara kedinasan kepolisian mengaku sangat merasa kehilangan. Meski demikian ia pun tahu, sadar dan ikhlas setiap orang pasti hidup dan mengalami kematian. Dalam kesempatan itu juga pihak keluarga mohon maaf atas kesalahan yang diperbuat almarhum semasa hidupnya baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja.

Setelah diserahkan, jenazah Bripda Yudha dibawa ke bade atau wadah yang merupakan sebuah sarana mengantarkannya ke setra. Sekitar 50 anggota Polisi yang menggunakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) menggotong bade menuju setra dengan jarak mencapai 1 kilometer. Bahkan sepanjang perjalanan mereka menyanyikan yel-yel semasa pendidikan dan diiringi dengan balaganjur.

Bripda Yudha merupakan pria kelahiran 29 April 1998,  lulus sekolah dasar tahun 2010, lulus SMP 2013, SMA 2016. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan Polri dan lulus tahun 2018 lalu. Ia dinyatakan meninggal dunia  di Rumah Sakit Bali Med Denpasar pada 19 November 2019 paska mengalami kecelakaan lalu lintas saat menjelaskan tugas.

Ayah almarhum, I Wayan Sumerta di sela-sela prosesi upacara menjelaskan telah ikhlas dengan kepergian anaknya tersebut. Ditanya, apakah sudah meluasin (bertanya ke orang pintar) ?, ia pun menjawab sudah. “Sudah meluasin, kelihatan diminta keluarga ikhlas dan ikut berdoa agar dilancarkan jalannya,” jelas Sumerta.

Pada tempat yang sama, salah satu keluarga yang mengaku kakeknya, I Made Logam mengungkapkan di Banjar Akte sendiri memang ada sebuah mitos. Yakni tidak pernah ada warga setempat yang menjadi anggota TNI/Polri dapat berkarir lama. “Jarang yang bisa bertahan, pasti meninggal. Kalau tidak karena sakit, ya kecelakaan. Dulu pernah juga, tapi ini hanya mitos dari lelingsir kami di sini, entah penyebabnya apa, itu belum tahu. Kecuali tugas di luar masih bisa bertahan,” paparnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia