Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Sekolah Bocor dan Terancam Roboh, Siswa SD 3 Pidpid tetap Belajar

21 November 2019, 18: 42: 41 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sekolah Bocor dan Terancam Roboh, Siswa SD 3 Pidpid tetap Belajar

TETAP SENYUM: Siswa kelas IV SD 3 Pidpid, Kecamatan Abang, tetap belajar meski plafonnya bocor. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Tidak ada kata aman dan nyaman di benak siswa SD Negeri 3 Pidpid, Kecamatan Abang, Karangasem saat menempuh pendidikan. Yang ada hanya waswas dan risau. Saat hujan pasti bocor. Dinding bangunan sudah retak, mereka takut bangunan roboh. Hanya itu yang mereka pikirkan.

Ni Wayan Widi Andriyani tetap serius mendengarkan gurunya menjelaskan di depan kelas, meski keadaan kelasnya membahayakan.

Siswa kelas IV yang lain, termasuk Widi, tidak akan pernah lupa, bahwa mereka pernah belajar sambil ditemani suara rintik air dari plafon. Pun genangan air yang hampir merendam mata kaki mereka. 

Tidak heran, pemandangan semacam itu akrab di mata siswa. Saat hujan, semua warga sekolah siap-siap risau. Kelas mereka akan bocor. Guru-guru juga akan sibuk memindahkan semua inventaris sekolah. Jika tidak, mereka harus ikhlas berkas-berkas rusak akibat kena air.

Maklum, plafon di ruang kelas IV sebagian jebol. Parahnya, kondisi serupa bisa dijumpai di semua ruangan sekolah tersebut. Ada tiga ruangan kondisinya cukup parah, yakni kelas V, kelas VI, dan ruang guru. Dinding-dinding juga retak. Sampai-sampai lapisan terdalamnya terlihat. Batako hingga besi berkarat juga tampak. Kusen, pintu, jendela dan kayu ventilasi berlubang karena dimakan rayap.

Gempa Lombok pada 2018 lalu memicu kerusakan dinding kian bertambah. Guru dan murid hanya bisa pasrah. Siswa kelas V dan VI sementara belajar di perpustakaan. Namun proses pembelajaran dipastikan terganggu. 

Suasana bising membuat siswa gagal fokus. Toh, kalau mau pindah belajar, sudah tidak ada ruang kosong lagi. Apalagi ruang kelas yang nyaman dan aman. "Sudah dua kali kami usulkan (ke Dinas Pendidikan) supaya diperbaiki. Sudah pernah dicek, tapi tidak ada tindak lanjut," ujar salah seorang guru Ni Wayan Laba.

SD Negeri 3 Pidpid sudah ada sejak 1983. Laba mengakui, sekolah itu tidak tergolong bangunan berusia tua. Namun keadaan buruk justru disebabkan jarangnya perawatan dan perbaikan. Kabarnya sekolah itu hanya diperbaiki satu kali selama 36 tahun berdiri.

Pihaknya terkadang tidak bisa fokus mengajar jika cuaca sedang buruk. Untuk belajar saja, letak meja antara siswa tidak terlalu rapat. Ketika ada gempa, murid dengan cepat bisa mengevakuasi diri. "Takut ada apa-apa. Kan nanti timbul korban," imbuh guru asal Klungkung itu.

Mereka berharap sekolah segera diperbaiki. "Demi keamanan siswa belajar. Kami dengar pemerintah sudah berencana memperbaiki," sebutnya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem Gusti Ngurah Kartika membenarkan ada beberapa sekolah yang masuk dalam perencanaan perbaikan 2020 mendatang. Ada delapan SD tersebar di Kecamatan Karangasem, Abang, Kubu, Sidemen, dan Selat. "Termasuk SDN 3 Pidpid. Sudah dianggarkan pada RKA (Rencana Kerja dan Anggaran) 2020," jelas Kartika.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia