Minggu, 18 Apr 2021
baliexpress
Home > Politik
icon featured
Politik

Pasca Putusan MP, Giliran Pengurus PK Golkar Bangli Mundur

22 November 2019, 22: 38: 21 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pasca Putusan MP, Giliran Pengurus PK Golkar Bangli Mundur

MUNDUR: Sejumlah pengurus PK Golkar di Bangli mengundurkan diri dan mendatangi Sekretariat DPD II Golkar Bangli, Jumat (22/11). (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Golkar Bangli bergejolak. Putusan Mahkamah Partai yang menetapkan keputusan terkait gugatan lima mantan ketua DPD II yang dicopot Plt Ketua DPD I Golkar Bali I Gde Sumarjaya Linggih tak membuat kader beringin di Bangli teduh. Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar di semua kecamatan di Bangli menyatakan mundur sebagai pengurus. Mereka mendatangi Sekretariat DPD II Golkar Bangli, Jumat (22/11). Sekitar 30 orang kader diterima Plt Ketua DPD II Golkar I Gusti Made Winuntara.

Ketua PK Golkar Kintamani I Wayan Koyan Eka Putra yang juga menyatakan mundur mengatakan, 30-an orang yang hadir, beberapa di antaranya adalah PK di semua kecamatan di Bangli, yaitu Kecamatan Bangli, Kintamani, Susut dan Tembuku. Sisanya adalah  pengurus di tingkat desa, maupun pengurus DPD. “Pimpinan kecamatan seluruh Bangli mundur jadi pengurus di Partai Golkar dalam tingkatan apapun,” tegas Koyan.

Baca juga: Untuk Gaya Hidup, Wanita asal Buleleng Gadai 4 Mobil Rental

Mereka tidak mau ikut sebagai pengurus selama Golkar Bangli dipimpin Winuntara, karena merasa tidak nyaman. “Kenyamanan sudah tidak ada. Plt ini orang baru, banyak tidak kenal,” terang mantan anggota DPRD Bangli itu.

Menanggapi hal itu, Winuntara mengatakan, berdasarkan surat pengunduran diri yang dia terima, PK yang mundur hanya ketua di masing-masing kecamatan, dan ada satu orang pengurus DPD II. “Yang datang puluhan orang. Tapi yang resmi mundur ketua PK dan seorang pengurus DPD Sang Kompiang Yasa Negara. Sisanya saya tidak tahu siapa,” kata Winuntara.

Dia menilai, keputusan kadernya itu merupakan luapan emosi terhadap keputusan Mahkamah Partai, yang menetapkan keputusan terkait gugatan lima mantan ketua DPD II yang dicopot Sumarjaya Linggih. Untuk di Bangli adalah I Wayan Gunawan yang dicopot dari jabatan ketua DPD II Golkar Bangli. “Kami sayangkan keputusan PK ini,” kata Winuntara.

Sebab, kata Winuntara, keputusan Mahkamah Partai adalah keputusan tertinggi di partainya. Semestinya semua kader menghormati keputusan itu. Semua kader wajib tunduk terhadap apapun keputusan Mahkamah Partai. Karena untuk mengeluarkan putusan, semua pihak terkait sudah menyampaikan dalil-dalilnya. “Riak-riak akan mundur sudah ada setelah Gunawan tak lagi menjadi ketua DPD,” ungkap politikus asal Bebalang, Bangli ini.

Wakil Sekretaris DPD I Golkar Bali ini menegaskan, sebagai partai lawas, Golkar sudah terbiasa menghadapi persoalan. Dia yakin semua akan baik-baik saja.  Mereka yang mundur pun bakal segera diganti, dan Golkar Bangli bakal segera konsolidasi.

Sedangkan untuk jabatan yang kosong, menurutnya, juga harus diisi secepatnya. Baik dengan status pejabat sementara atau langsung definiif. Ini dilakukan supaya tidak ada program mandeg. Terlebih menjelang Pilkada Bangli.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news