Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Hidup Dari Pariwisata, Waspada Teroris

25 November 2019, 10: 04: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Hidup Dari Pariwisata, Waspada Teroris

Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus bom bunuh diri di Medan juga membuat Bali waswas. Dan memastikan Bali tetap jadi target operasi para teroris. Kondisi ini membuat Bali wajib tetap waspada, karena Bali hidup dari pariwisata.

Menurut Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, jelas ada fakta ketika Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Rabu (13/11), telah mengamankan seorang perempuan berinisial Dewi alias D. D adalah istri dari Rabbail Muslim Nasution (RMN), pelaku bom bunuh diri di halaman Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, Rabu pagi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa saat ditangkap, D sedang menyusun rencana melancarkan teror di Bali. “Bali tetap menjadi lokasi teror, teroris tetap mengincar Bali,” jelas Pak Oles.

Ketua Bappilu DPD Demokrat Bali ini mengatakan, Dewi sudah kerap berkomunikasi pria berinisial I. Fakta yang mengejutkan bahwa I merupakan narapidana kasus terorisme yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II, Kota Medan, Sumatera Utara. D cukup aktif di media sosial dan secara fisik sudah pernah berkomunikasi lewat Facebook dengan I.  Hal-hal seperti ini, harus disambut serius pemimpin Bali, pemegang kendali keamanan Bali dan seluruh masyarakat Bali. “Semua mesti waspada, ketika teroris beraksi di Bali. Jelas akan membuat pariwisata tergonjang, sedangkan pariwisata sumber makan dari rakyat Bali,” ungkap politisi asal Bengkel Buleleng ini.

Tak hanya orang Bali yang kena imbas. Bali adalah pulau dengan manusia yang lengkap. Seluruh jenis manusia atau segala jenis suku yang ada di Indonesia ada di Bali. Tak hanya itu, banyak pihak menyebut, seluruh jenis suku bangsa manusia di dunia ada di Bali. Bahkan dipastikan segala jenis agama bermukim di Bali.

Aktivitasnya juga beragam, ada yang memang murni jalan-jalan, ada yang bekerja, ada yang membangun usaha. Artinya segala jenis manusia, segala jenis penganut agama hidup di Bali, bahkan mencari makan di Bali. Namun Bali tetap menjadi sasaran teror, dengan embel-embel agama. Bom Bali 1 misalnya, meledak di Sari Club, Legian Kuta. Korbannya juga dari beragam agama. Imbasnya pariwisata Bali saat itu tiarap, orang yang mencari makan di Bali juga kena imbas. “Kondisi ini tidak disadari, bahwa sangat banyak orang mencari makan di Bali,” jelas salah satu pengusaha sukses Bali ini.

Sikap teroris ingin menyasar Bali, karena aksinya pasti langsung mendunia. Itu yang ingin dihasilkan terroris. Lantaran mereka ingin menebar rasa takut bahkan rasa takutnya agar langsung menggetarkan dunia. “Jadi tetap harus waspada. Masyarakat terbawah pun harus waspada, ketika kita lengah mereka akan memanfaatkan itu. Jadi tetap harus jaga keamanan seluruh Bali," harap alumnus Faculty of Agriculture Universitas of The Ryukyus Jepang ini. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia