Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Redam Hoaks, Mataram Pakai Buzzer, Karangasem Berdayakan Intel

26 November 2019, 22: 42: 12 WIB | editor : Nyoman Suarna

Redam Hoaks, Mataram Pakai Buzzer, Karangasem Berdayakan Intel

KENANG-KENANGAN: Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri dan Sekda Mataram H. Effendi Eko Sasmito bertukar cinderamata dalam kunjungan ke Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (26/11). (HAKIM DWI SAPUTRA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

MATARAM, BALI EXPRESS - Permasalahan berita hoaks menjadi salah satu pokok bahasan dalam kunjungan Orientasi Jurnalistik Humas Pemkab Karangasem ke Pemkot Mataram, Selasa (26/11). Pemkot Mataram sendiri sempat kewalahan menangani masalah berita hoaks ini. Misalnya soal gempa besar yang melanda Lombok beberapa waktu lalu. Kala itu, berita hoaks berseliweran di masyarakat, terutama lewat media sosial.

"Contoh paling update ketika gempa. Informasi menjadi sangat penting. Kami sudah umumkan lewat menara masjid bahwa tidak ada air laut naik. Tapi di grup-grup WA diinformasikan air sudah naik sampai (kantor) kejaksaan. Padahal itu got mampet yang airnya naik sedikit. Inilah pentingnya informasi disampaikan oleh siapa, di mana, tujuannya apa," urai Asisten 1 Setda Kota Mataram, Lalu Martawan dalam pertemuan di Kantor Wali Kota Mataram, Selasa (26/11).

Untuk mengatasi berita hoaks yang menyebar di masyarakat, lanjut Martawan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkaitan. "Namun syukurnya di NTB  (Nusa Tenggara Barat) masyarakat relatif tidak terlalu reaktif, sehingga ada jeda waktu untuk klarifikasi," imbuh pejabat tamatan Universitas Mataram ini.

Yang menarik, rupanya Pemkot Mataram juga menggunakan peran para buzzer dalam meredam sekaligus meng-counter berita-berita hoaks dan berita negatif yang dinilai berdampak buruk. Misalnya saat meredam berita soal potensi konflik mengarah SARA beberapa waktu lalu. Seperti ditegaskan Martawan, selama ini hubungan antar suku dan agama di Lombok dan NTB umumnya sangat baik. Terutama Islam dengan Hindu. Apalagi Lombok dan Bali memiliki kedekatan sejarah dan budaya. Inilah yang berupaya dijaga dengan meminimalkan potensi gesekan sekecil apapun.

"Yang kami lakukan adalah menginstruksikan komunitas intel daerah mencari tahu sebenarnya, dan lantas kami menggunakan buzzer Polri. Kami belum punya kapasitas buzzer yang bisa," ungkap Martawan.

Atas pemaparan pihak Setda Mataram, Pemkab Karangasem mengaku banyak pelajaran yang didapat. Salah satu yang akan diterapkan adalah memberdayakan intel-intel daerah demi meredam berita atau informasi yang tidak benar. "Intel daerah memang harus diberdayakan. Kami siap menerapkan di Karangasem apa-apa yang membawa kebaikan," tandas Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri yang sempat mendampingi humas dan media dalam orientasi, meski pamit duluan karena ada agenda lain.

(bx/aim/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia