Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Features

Jerbezt Band Buat Abum Wujud Penyesalan dan Ingin Jadi Manusia Baik

28 November 2019, 09: 55: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jerbezt Band Buat Abum Wujud Penyesalan dan Ingin Jadi Manusia Baik

PENYESALAN: Jerbezt Band segera alan merilis album, rata – rata lagu mereka wujud penyesalan atas kejahatan yang diperbuat. (ISTIMEWA)

Share this      

Band dengan personel beberapa orang narapidana di Lapas Kelas II B Tabanan saat ini tengah mempersiapkan album perdana. Album tersebut akan berisikan sejumlah lagu yang bahkan diciptakan langsung dibalik jeruji besi.

 

DEWA RASTANA, Tabanan

 

LAPAS Kelas IIB Tabanan memiliki sebuah band yang bernama Jerbezt Band. Jerbezt Band terdiri dari enam orang narapidana yakni Tri Yulianto (Drum), Nur Yahya (Rytem), Anak Agung Jaya Permana alias Ajus (Bass), Ketut Wirayuda (Gitar Melody), Yoga Artawan (Vokalis), dan Agung Sri (Backing Vocal). Kini mereka tengah mempersiapkan debut album perdana.

Hal ini pun menunjukkan jika berada di dalam jeruji besi tidak menghalangi bakat dan kreatifitas mereka.

Kalapas Kelas IIB Tabanan I Putu Murdiana menjelaskan, karir Jerbezt Band diawali saat menjuarai festival band warga binaan se-Bali dalam ajang Prisons Bali Music Festival di Lapas Kerobokan beberapa tahun lalu.

Atas prestasi tersebut, salah satu lagu yang dibawakan berjudul ‘Maafkan’ ciptaan Wirayuda Jerbezt mendapat kesempatan rekaman di Antida music Production yang merupakan salah satu sponsor dalam acara tersebut. "Dan setelah melalui proses rekaman, saat ini Jerbezt sedang fokus dalam pembuatan video klip," ungkapnya Jumat (22/11).

Ditambahkannya jika dalam album perdana Jerbezt, selain lagu berjudul ‘Maafkan’ juga ada empat lagu lain yang berjudul ‘Satu Arti’ ciptaan Tri Yulianto, ‘Terbatas Ruang dan Waktu’ ciptaan Ajus, ‘Dunia Yang Terkunci’ ciptaan Nur Yahya, dan ‘Aku’ ciptaan Wirayuda. Sehingga total ada lima lagu dalam album tersebut. "Seluruh lagu diciptakan oleh personel Jerbezt," imbuhnya.

Lagu-lagu yang diciptakan semuanya menceritakan tentang keadaan mereka selama menjalani proses pembinaan di dalam Lapas. Dan tentunya diharapkan membuat masyarakat yang mendengar dapat mengambil hikmah dari lagu tersebut sehingga lebih menghargai kehidupan dengan tidak berbuat hal negatif. "Proses rekaman berlangsung sekitar 2 minggu, nantinya album akan dipasarkan dalam bentuk CD dan online," sambung Murdiana.

Tak hanya sekedar membuat lirik, aransemen musik juga dilakukan langsung oleh personel Jerbezt Band. Menurut Murdiana, awalnya mereka kumpul-kumpul untuk melakukan latihan bersama kemudian munculah ide untuk membuat sebuah karya dalam bentuk lagu sesuai isi hati dan perasaan mereka selama berada di dalam Lapas. 

"Kata mereka inspirasinya datang dari  suasana didalam Lapas, jauh dari keluarga, hilang kebebasan, hidup diatur dengan peraturan yang ketat karena mereka telah melakukan kesalahan atau melanggar hukum dan kini mereka menyesal, dan nantinya saat keluar dari sini ingin menjadi manusia yang lebih baik," paparnya.

Rata-rata lagu yang mereka ciptakan menghabiskan waktu tiga sampai lima hari saja, dan aransemen musik mereka buat saat latihan bersama. Hanya saja, pihaknya masih menemui kendala yakni pada anggaran alat musik yang kurang memadai, tempat yang terbatas, tidak adanya pelatih atau instruktur sehingga semua lakukan personel Jerbezt sendiri. "Jadwal mereka latijan hanya hari Sabtu dan Minggu karena pada hari biasa terbentur dengan kegiatan kantor dan pelayanan,” kata dia. “Studio musik juga tidak memadai, proses pengeluaran personil umtuk rekaman harus melalui tahap sidang TPP dan pengawalan melekat, jadwal rekaman juga menyesuaikan dengan kegiatan kantor dan kedinasan lainnya," sambungnya.

Personel Jerbezt pun mengaku cukup happy meskipun sedikit tegang karena merupakan pengalaman baru bisa masuk dapur rekaman, tentunya bangga juga karena mereka tidak menyangka bisa seperti saat ini. "Ya bisa dibilang ini diluar bayangan mereka, dalam tiap kesempatan mereka selalu menyampaikan ungkapan terimakasih karena sudah diberi kesempatan, mereka sendiri terus menerus mengasah kemampuan dengan latihan yang rutin. Kita juga berencana melakukan promosi album lewat radio di Bali," pungkas Murdiana. 

Kini empat orang personel Jerbezt telah menghirup udara bebas, mereka adalah Tri Yulianto, Nur Yahya, Ajus dan Agung Sri. Mereka kemudian digantikan Wayan Suarsana (Bass), Ida Bagus Putra Sanjaya (Rytem) dan Rudi yang merupakan pegawai Lapas pada bagian Drum lantaran belum ada narapidana yang bisa bermain drum. 

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia