Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Bawaslu Badung Incar 54 Panwascam, yang Mendaftar Baru 14 Orang

29 November 2019, 10: 26: 53 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bawaslu Badung Incar 54 Panwascam, yang Mendaftar Baru 14 Orang

DAFTAR: Ketua KPU Badung, Ketut Alit Astasoma memantau pendaftaran calon Panwascam di Kantor Bawaslu Badung, Kamis (28/11) siang. (SURPA ADISASTRA/BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Badung tengah merekrut calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk ditugaskan pada Pilkada Serentak 2020 mendatang. Hingga Kamis (28/11) siang sudah ada 14 pendaftar. Bawaslu menarget 54 pendaftar untuk enam kecamatan.

Pendaftaran dibuka sejak Rabu (27/11) dan akan berlangsung hingga 3 Desember mendatang. Sebelumnya, Bawaslu telah mengintensifkan sosialisasi melalui media sosial maupun turun ke masyarakat. “Selama dua hari, hingga siang ini sudah ada 14 pendaftar,” ungkap Ketua Bawaslu Badung, Ketut Alit Astasoma.

Nantinya, para pendaftar akan diseleksi. Mulai dari seleksi administrasi untuk memastikan kelengkapan berkas, hingga tes tulis dan wawancara. Sehingga didapatkan tiga orang panitia pengawas untuk masing-masing kecamatan.

“Sebetulnya kan totalnya kami perlu 18 orang untuk seluruh kecamatan, tapi pendaftar ditargetkan banyak karena harus melalui seleksi. Dari seleksi kemungkinan ada yang gugur,” lanjutnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Badung, IGN Bagus Cahya Sasmita mengajak masyarakat Badung untuk berpartisipasi. “Mari kita tunjukkan sumbangsih. Cintai Badung dengan jadi pengawas,” ajaknya.

Adapun syarat pendaftar di antaranya berstatus WNI, berusia minimal 25 tahun, setia pada Pancasila, bersedia mundur dari ormas berbadan hukum maupun tidak jika terpilih, tidak pernah dipenjara atas perbuatan pidana dengan ancaman hukuman lima tahun atau lebih, berdomisili di Badung, tak pernah jadi anggota parpol atau minimal sudah mundur dari parpol minimal lima tahun lalu.

Selanjutnya, tidak pernah jadi tim kampanye calon dalam pemilu minimal selama lima tahun, bebas narkoba, mundur dari jabatan politik, pemerintahan, atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun daerah bila terpilih, tidak terikat perkawinan dengan sesama penyelenggara pemilu, tidak pernah dipecat dari penyelenggara pemilu, serta mendapat izin dari atasan langsung bagi PNS.

Bagus Cahya menegaskan sudah menggencarkan sosialisasi. Harapannya, animo masyarakat untuk jadi Panwascam lebih tinggi dibanding tahun lalu. Bagaimana soal jaminan keselamatan, mengingat tugas ini cukup berisiko ketika terjadi permasalahan di lapangan?

“Keselamatan pasti dijamin. Kepolisian pasti akan mengawal. Karena pengawas dilindungi oleh undang-undang dan tidak bisa diintimidasi,” tegas pria berkaca mata itu. 

(bx/adi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia