Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Memori Buruk dan Karma Jadi Penghalang Berat Jalani Kehidupan

29 November 2019, 10: 59: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Memori Buruk dan Karma Jadi Penghalang Berat Jalani Kehidupan

Jro Mangku Gde Agni Baradah (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Banyak orang  berkeluh kesah mengatakan  nasib dan perjalanan hidupnya kacau, bahkan  tak berkembang. Bila demikian,  bagaimana dengan masa kecil Anda?

Banyak orang sangat mudah bergaul. Tak sedikit juga, ada seseorang sangat gampang meraih posisi karier, bisnis, dan manuvernya cepat sekali, bahkan tidak disangka melesat sangat cepat.
Menurut motivator Manacika Power D' Mahendra, ada dua faktor yang sangat kuat memengaruhi perjalanan hidup seseorang, yakni memori buruk masa kecil dan simpanan karma (perbuatan) masa lampau.


Dikatakan Mahendra yang juga Jero Mangku di Pura Kahyangan Tiga Karangasem ini,
jika sejak kecil seseorang selalu dihadapkan dengan melihat, mendengar, merasakan 'penderitaan' sangat kuat, maka kejadian ini sudah cukup membuat memori seseorang buruk.
Pria yang juga akrab dipanggil Jro Mangku  Gde Agni Baradah ini mencontohkan perlakuan yang membuat memori buruk,  seperti orang tua bertengkar, bapak pulang mabuk dan galak, sementara sang anak  dihardik dan meringkuk di pojok kamar sambil menahan tangis, tak bisa berbuat apa-apa karena ketakutan.


Lebih tambah kurang bagus lagi, dan akan semakin kuat pengaruhnya, ketika di sekolah TK atau SD, seorang anak selalu dibully dengam kata-kata kasar oleh teman sebayanya, sehingga kesal dan hanya bisa menangis.

"Perlakuan model tersebut sudah cukup membuat memori seseorang buruk, dan akibatnya  akan ketakutan untuk melakukan, manuver apapun. Bahkan, ketika ayahnya mendelik saja, si anak sudah ketakutan," urai pria pendiri dan pemilik yayasan nirlaba Karmadatu ini.
Torehan derita itu sangat kuat, kendati seseorang sudah banting tulang kerja, tetap hasilnya tak maksimal. Kalau sudah demikian, apa sebabnya?


Keberanian seseorang, lanjut Jro Agni, tertahan mirip saat dia  meringkuk di pojok kamar kecil. Lalu, siapa yang bisa membantu, sehingga bekas memori derita masa lalu hilang lenyap terhapus semua? "Yang bisa membantunya adalah dirinya sendiri atau meminta bantuan orang lain untuk menguras memori buruknya," ujar pengusadha yang juga instruktur meditasi ini kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) di Denpasar, kemarin.

Jro Agni yakin semua orang akan setuju jika hidup atau kelahiran bisa diminta, sudah pasti akan minta dilahirkan dari rahim seorang ibu yang kaya, baik, dan memberikan apa yang diinginkan. Namun, kenyataanya beda, seseorang sama sekali tak bisa minta lahir sesuai harapan. "Sebaliknya, banyak ditemui embrio dilahirkan lalu dibuang begitu saja di selokan. Dalil apa yang bisa dipakai menjelaskan kasus seperti ini? Akan ada seribu alasan, namun intinya orang tersebut dilahirkan oleh ibu sekaligus musuh bila ditinjau dari sisi karma," urainya.
Ditekankannya, bersyukurlah jika seseorang  lahir normal dan punya orang tua baik. "Seseorang lahir di keluarga orang tua karena janji dan ikatan karma masa lalu, jika seorang anak membalasnya dengan kepahitan atau perlakukan kata kasar, maka tunggu saja hasilnya. Jangan salahkan Tuhan seolah tidak sayang sama Anda.  Nasib Anda akan sangat buruk dalam hidup saat ini atau nanti," ujar Jro Agni Baradah.

Lalu, bagaimana jika seseorang punya orang tua jahat? "Sadarlah, bukan sebuah kebetulan dilahirkan dalam keluarga jahat atau baik, ini adalah lingkaran yang harus diterima," ulasnya.
Jro Agni  mengatakan, seseorang harus  menyadari bahwa penderitaan itu belum apa-apa dibandingkan nanti yang dialami dalam api penderitaan atau bahasa agama yang disebut Neraka.
"Cobalah berdamai dengan masalah, cobalah lebih banyak baca buku motivasi, lihatlah masih banyak di sekitar Anda yang menderita. Belajarlah memaafkan, dan ini sangat gampang ditulis dan dibicarakan, namun harus belajar dan berusaha untuk praktik," tambahnya.

Selain itu ada istilah Life Regression, yakni mengeluarkan memori buruk pada pikiran bawah sadar seseorang, kenangan derita masa kecil, kepahitan pernikahaan, kegagalan karier, kebangkrutan ekonomi, sial, atau penyakit tiba'tiba parah yang menjadi sampah-sampah yang berada dalam memori.

"Sepanjang sampah ini bercokol, maka kemungkinan besar hambatan dalam menjalani hidup tetap berlangsung. Dan, kemajuan kehidupan, karir, ekonomi, kehidupan sosial, akan terhambat bagai air dalam selang yang banyak ada lumutnya," paparnya.

Kecenderungan orang ketika menderita akan mencari perlindungan pada  agama dan spiritual, diakui Jro Agni sangat bagus, namun jika orang tersebut melupakan bahwa di dalam memorinya ada hal penghambat dan buruk, maka jalan spiritual tidak akan banyak membantu, karena orang tersebut  lupa punya memori buruk yang belum tuntas.

Jro Agni Baradah menyarankan, jika jalan spiritual menurut seseorang  bagus, maka cari ajaran spiritual yang memberikan penekanan pada konsep pikiran, konsep kehidupan, konsep keluar dari masalah dengan baik dan bijak, bukan konsep spiritual yang malah membuat malah terpuruk lagi. "Jadi, tuntaskan memori buruk dulu, baru kemudian menjalani kehidupan spiritual agar  benar-benar ringan," paparnya.

Tak disanggahnya seberapa banyak  orang berpura-pura bahagia, dan tak jarang pula  ditemukan orang-orang yang berjalan di jalan Tuhan, kemudian kata dan sikapnya jauh dari cerminan ketuhanan. Selanjutnya, tidak sedikit bisa dilihat dan didengar, pendidikan formal seseorang bagus, namun mentalnya sangat ringkih.

"Rata-rata penyebab itu semua adalah memori buruk. Memori adalah blueprint dari semua kehidupan yang akan dialami kedepannya.

"Jika punya memori buruk dan ingin mengeluarkan secara baik, maka carilah orang yang paham, mengerti, berpengalaman di bidang ini, agar kehidupan lebih baik nantinya," pungkasnya.

(bx/rin/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia