Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dana Banpol Diprediksi Naik Jadi 5.000 Persuara Sah

30 November 2019, 08: 00: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dana Banpol Diprediksi Naik Jadi 5.000 Persuara Sah

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS – Dana bantuan partai politik (banpol) untuk Kabupaten Tabanan diprediksi akan mengalami kenaikan pada 2020 mendatang.  Kenaikannya bahkan diperkirakan mencapai 87 persen. Dari Rp 2.668 menjadi Rp 5.000 persuara sah.

Kepala Badan Kesbangpolinmas Tabanan I Gusti Ngurah Suryana didampingi Kasubid Politik Pemilu Ermayanti menjelaskan bahwa memang ada rencana kenaikan dana banpol di Kabupaten Tabanan untuk tahun 2020 mendatang. Namun hal itu belum bisa dipastikan karena masih berproses. "Ini masih berproses, kami belum bisa pastikan apakah positif naik atau tidak," ujarnya, Jumat (29/11).

Adapun rencana kenaikan dana banpol persuara sah adalah dari yang awalnya Rp 2.668 menjadi Rp 5.000 persuara sah atau mencapai 87 persen. Sehingga jika kenaikan disetujui maka jumlah suara sah akan dikalikan Rp 5.000 untuk mendapatkan besaran dana banpol.

Sebelumnya, Bupati telah memohon persetujuan kenaikan dana banpol kepada Gubernur Bali dengan melampirkan indeks kemahalan, data skala prioritas pembangunan di Tabanan, hingga usulan parpol.

"Kemudian tim provinsi akan menilai usulan dari kabupaten tersebut, selanjutnya keputusan ada di tangan Gubernur apakah permohonan akan disetujui atau tidak. Jika disetujui maka di kabupaten harus menindaklanjuti dengan perbup," jelasnya.

Sedangkan untuk tahun 2019 ini dana banpol dicairkan dalam dua tahap lantaran ada peralihan periode anggota DPRD.  Padahal biasanya pencairan dilakukan hanya sekali dalam satu tahun.

"Karena di 2019 ada Pileg, maka pencairan dilakukan dua tahap. Tahap pertama untuk tujuh bulan di 2019 atau di akhir tugas DPRD periode 2014-2019. Kemudian tahap kedua itu lima bulan untuk DPRD yang baru periode 2019-2024," papar Suryana.

Tahap pertama sendiri telah cair pada Juli 2019. Sedangkan untuk tahap kedua masih menunggu informasi dari Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan. "Presentase pencairannya itu tahap pertama 57 persen dan tahap dua 43 persen," imbuhnya.

Dia menyebutkan, dana banpol yang dicairkan untuk tahap pertama diberikan untuk Partai NasDem sebesar Rp 18,7 juta lebih, PDIP sebesar Rp 250,8 juta lebih, Partai Golkar sebesar Rp 75,7 juta lebih, Partai Gerindra sebesar Rp 47, 6 juta lebih, Partai Demokrat Rp 32,9 lebih, dan Partai Hanura 17,4 juta lebih. Total dana banpol untuk tahap pertama yang telah dicairkan adalah Rp 443.429.764.

Sedangkan untuk dana banpol tahap kedua hanya di berikan pada lima parpol saja kecuali Partai Hanura karena pada Pileg 2019 tidak ada caleg dari Partai Hanura yang lolos ke kursi DPRD Tabanan dengan total dana Rp 332,6 juta lebih.

Adapun rinciannya Partai Nasdem Rp 19,5 juta lebih, PDIP Rp 238,7 juta lebih, Partai Golkar Rp 38,2 juta lebih, Partai Gerindra Rp 20 juta lebih, dan Demokrat Rp 16 juta lebih.

"Besaran dana banpol yang disediakan menyesuaikan dengan jumlah suara sah pemilu terakhir. Untuk di 2019 ini persuara sah dihitung Rp 2.668, karena sesuai PP ambang batas per suara sah adalah Rp 1.500 dan menyesuaikan dengan keuangan daerah," tandasnya.

Sementara itu, sebagai partai dengan penerima dana banpol terbanyak, PDI Perjuangan Tabanan mengalokasikan dana banpol untuk konsolidasi dan pendidikan kader. "Tentunya agar kader memahami tugas tupoksinya masing-masing," ujar Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Sedangkan mengenai adanya rencana kenaikan dana banpol, Sanjaya berharap agar hal itu dapat terealisasi. Karena dana banpol itu akan dikembalikan penggunaannya untuk kepentingan masyarakat. "Ya untuk konsolidasi tiga pilar yaitu eksekutif, legislative, dan struktural partai, " pungkasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia