Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis
OTOTIPS

Kebiasaan Penyebab Motor Matik Rusak

30 November 2019, 08: 09: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kebiasaan Penyebab Motor Matik Rusak

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

MOTOR jenis matik sekarang ini tetap menjadi jenis sepeda motor paling laris di Indonesia. Namun demikian tidak semua pengendara yang mengetahui jika ada beberapa kebiasaan yang menyebabkan motor matik cepat rusak. 

Berikut ini ada enam kebiadaan yang bis membuat motor matik cepat rusak.

1. Asal Gas dan Rem. Menurut pakar mekanik bengkel spesialis matik, menggunakan motor matik tak boleh dilakukan sembarang gas kemudian rem sebab bisa membuat part lebih cepat haus. Tidak bolehnya ketika dalam keadaan gas pol atau rem tinggi, secara mendadak mengerem apalagi menggunakan rem belakang. Jika hal tersebut terus dilakukan dapat berakibat kerusakan pada bagian dalam CVT.

2. Menarik Bukaan Gas Terlalu Banyak Sewaktu Melewati Tanjakan. Sewaktu melintasi jalan yang menanjak pastinya kendaraan berada pada posisi yang melawan gravitasi. Seharusnya buka gas menggunakan cara yang bertahap agar memperoleh tenaga yang maksimal.

3. Menarik Gas Sambil Menarik Rem. Kondisi ini biasanya terjadi ketika berada dalam kemacetan. Pengendara motor matic seringkali menahan gas sambil melakukan penarikan tuas rem. Hal tersebut tentunya menjadikan kampas kopling menjadi cepat habis berputar terus ketika gas ditarik.

4. Menarik Tuas Rem Belakang ketika Jalanan Menurun. Seharusnya, lebih memprioritaskan pemakaian rem depan dulu saat melintasi jalanan turunan. Pemakaian rem bisa menahan daya dorong motor motor yang semakin besar ke depan sewaktu jalan menurun. Selanjutnya ikuti pemakaian rem belakang supaya motor tetap seimbang.

5. Tidak Teratur Ganti Oli Gardan, Busi dan Filter Udara. Penggantian pada oli mesin, oli transmisi, busi dan filter udara seharusnya dikerjakan secara rutin. Pada oli transmisi ada baiknya diganti setiap jarak tempuh dengan kelipatan 8.000 km. Oli transmisi tujuannya agar dapat melindungi gesekan dan menjaga kinerja stabilitas kinerja komponen pada transmisi.

6. Tidak Rutin Mengganti CVT. Salah satu kuncian performa skutik yaitu kesehatan CVT atau Continous Variable Transmission. Apabila sakit maka transfer tenaga ke roda jadi lebih tidak optimal, padahal pada kondisi sehat saja potensi slip telah besar. Efeknya selain performa yang menjadi loyo, konsumsi bensin pun lebih boros. Agar dapat mencegah hal tersebut, perawatan CVT perlu dilakukan.

(bx/gek/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia