Rabu, 26 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Palinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Sawan Roboh, Diduga Dirusak

01 Desember 2019, 18: 17: 27 WIB | editor : Nyoman Suarna

Palinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Sawan Roboh, Diduga Dirusak

ROBOH : Palinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Pura Kayu Dwi, di pesisir Pantai Kerobokan dalam keadaan roboh. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SAWAN, BALI EXPRESS - Krama Desa Kerobokan, Kecamatan Sawan digegerkan dengan robohnya palinggih Ratu Ayu Cakra Gni di Pura Kayu Dwi yang berlokasi di pesisir Pantai Kerobokan. Tak ada hujan, tak ada angin, robohnya pelinggih ini pun menimbulkan dugaan bahwa palinggih tersebut sengaja dirusak oleh oknum tak bertanggung jawab.

Robohnya palinggih Ratu Ayu Cakra Gni awalnya diketahui salah seorang pedagang bernama Ni Made Sulastri, 55, pada Jumat (29/11) pukul 06.30 Wita.  Diceritakan Sulastri, sebelum mulai berjualan di warung yang berjarak hanya sekitar 10 meter dari areal Pura, ia seperti biasa melakukan persembahyangan terlebih dahulu dengan menghaturkan kopi dan makanan di Pura Kayu Duwi. 

Sulastri yang sudah 20 tahun mengais rejeki di areal pantai dibuat kaget setelah melihat palinggih Ratu Ayu Cakra Gni roboh ke arah barat. Tak hanya roboh, palinggih yang disucikan terlihat dalam kondisi rusak.

Melihat kondisi itu, Sulastri mengaku kaget bukan kepalang. Kakinya langsung gemetar. Terlebih melihat leher palinggih mengalami patah."Kalau posisi palinggih semula ada di tengah-tengah, wajah palinggih menghadap ke arah laut. Posisi robohnya palinggih itu terkesan janggal, seperti sengaja dicabut," ungkap Sulastri saat ditemui di Pantai Kerobokan, Sabtu (30/11) siang.

Sulastri bergegas melaporkan peristiwa itu kepada Kelian Adat Kerobokan, Jero Mangku Suma Wijaya. Sebelum kejadian, Sulastri pun mengaku bahwa  palinggih Ganesha miliknya, berada di depan warung tempatnya berjualan juga berpindah dari posisi semula.

"Kejadiannya malam hari, tepatnya Kamis (28/11) palinggih Ganesha di depan warung juga pindah tempat, seperti sengaja dibongkar dan dijatuhkan. Kurang tahu siapa orang yang berani usil," imbuhnya.

Menerima laporan tersebut, Jero Mangku Suma bersama Perbekel Kerobokan, Putu Wisnu Wardana sudah turun melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Pihaknya juga langsung melakukan paruman dengan prajuru adat, serta melaporkan ke Mapolsek Sawan.

Jro Suma menduga palinggih memang sengaja dirobohkan oleh oknum tak bertanggung jawab. Ia berspekulasi bahwa pelaku berjumlah lebih dari satu orang. Sebab, palinggih memiliki bobot lumayan berat.

Herannya, Jro Suma menyebut, pagar besi pura selalu dikunci. Ia menduga pelaku beraksi dengan loncat tembok sebelum merobohkan palinggih Ratu Ayu Cakra Gni. “Kalau soal motif merobohkan palinggih, kami serahkan kepada pihak kepolisian melakukan penyelidikan," jelasnya.

Secara niskala pihaknya juga sudah melakukan matur piuning  agar robohnya palinggih tersebut nantinya tidak berimbas buruk terhadap krama di Desa Adat Kerobokan. "Palinggih segera akan kami perbaiki sehingga pada saat tegak piodalan Tumpek Landep sudah bisa dipelaspas. Harapan kami, pelaku diduga merusak palinggih menerima karma sesuai perbuatan," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Sawan Iptu Gusti Alit Murdiasa membenarkan perusakan tersebut. Pihaknya pun  telah menerima laporan resmi dari Kelian Desa Adat Kerobokan, Jero Mangku Suma Wijaya.

"Pelaku dalam proses lidik. Petugas sudah turun mendatangi TKP menggali informasi dan meminta keterangan saksi-saksi, khususnya sejumlah pedagang di sekitar Pura Kayu Dwi. Jika dilihat, memang sarat akan unsur kesengajaan," singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia