Minggu, 23 Feb 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Lereng Gunung Batur Terbakar, Pura Pasar Agung Terancam

01 Desember 2019, 20: 24: 02 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lereng Gunung Batur Terbakar, Pura Pasar Agung Terancam

GUNUNG BATUR : Lereng Gunung Batur terbakar, Minggu (1/12). Untung hujan deras turun sehingga kobaran api yang mengacam Pura Pasar Agung segera padam. (ISTIMEWA)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Lereng Gunung Batur, Kecamatan Kintamani, Bangli mengalami kebakaran, Minggu (1/12). Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Yang pasti, beberapa jam setelah api berkobar, hujan deras mengguyur kawasan itu sehingga api langsung padam.

Sekretaris Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma mengatakan, kebakaran diperkirakan sekitar pukul 11.00. Awalnya ia mendapat informasi api dekat dengan Pura Pasar Agung. Namun setelah di lokasi, ternyata titik api jauh, sekitar 500 meter dari Pura Pasar Agung. Sebagai antisipasi api merembet ke sana, dua armada damkar standby di pura. Sebab untuk memadamkan, damkar tidak memungkinkan menjangkau titik api. Titiknya terlalu jauh. “Armada standby di pura, siapa tahu api mendekat. Ternyata turun hujan. Syukurlah apinya padam,” jelasnya. Agung Suryadarma belum memastikan penyebab kebakaran.

Secara terpisah, Ketua Desa Tangguh Bencana Desa Batur Selatan I Putu Suardana mengungkapkan, pihaknya mengetahui kebakaran di kawasan Gunung Batur setelah melihat kepulan asap sekitar pukul 10.00. Melihat hal itu, ia langsung menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli dan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Informasi dari pacalang di Pura Pasar Agung, kata Suardana,  menyebutkan titik api sekitar 800 meter di bawah pura.  “Karena posisinya jauh, kami agak tenang,” ujar Suardana.

Ia menyebutkan, kebakaran lereng Gunung Batur bukan pertama kali terjadi. Pada awal November lalu, titik api sempat dekat dengan Pura Pasar Agung.  Sekitar 100 meter di samping pura. Pihaknya belum tahu penyebab kebakaran tersebut. “Penyebab kami belum tahu. Dugaan awal karena musim kemarau. Kami bisa menjelaskan apakah puntung rokok atau kesengajaan pembakaran lahan,” ungkapnya.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia