Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Diminta Tes Urine, Model Seksi Messya Iskandar “Ribut” dengan Petugas

01 Desember 2019, 21: 30: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Diminta Tes Urine, Model Seksi Messya Iskandar “Ribut” dengan Petugas

BERDEBAT: Model Seksi Messya Iskandar (KIRI) sempat ngotot enggan dites urine petugas DI Club Motel Mexuicola, Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Operasi Pekat Agung yang digelar tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Badung bersama, Provost Polda Bali, Tim Imigrasi Denpasar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar dan Badung, Denpom IX/3 Denpasar, hingga POM AL dan AU. Operasi yang digelar pada Sabtu (30/11) tengah malam ini menyasar 4 kafe yang ada di wilayah Denpasar dan Badung.

Pada saat melakukan operadi di Club Motel Mexicola, ada kejadian yang menghebohkan seisi Club. Seorang model seksi bernama Messya Iskandar menyorot perhatian setelah dirinya membentak petugas. Model Dewasa Indonesia ini menolak dites urine oleh petugas gabungan.

Dirinya mengatakan tidak menerima diperiksa dan menganggap petugas hanya menyorot dirinya. Petugas yang sedang bertugas mencoba menjelaskan kepada Messya dan temannya, tetapi model yang bertubuh seksi ini tetap tidak mau. "Ah Bodo Amat, Kami tidak mau, jangan ya menuduh orang tanpa bukti," bentak Messya kepada petugas.

Bahkan teman Messya juga berdebat dengan petugas dan mengatakan mereka kesana sebagai tamu yang tak bisa diperlakukan semena-mena. "Kami ini Visitor ya, kami tidak terima diperlakukan begini," kata perempuan tersebut.

Mirisnya lagi, Model seksi ini mengatakan "gila" kepada petugas yang akan memeriksa dirinya. "Kok cuma kami doang yang gila ya," kata Messya sambil menunjuk petugas. Petugas terus  menjelaskan bahwa pengunjung lainnya juga diperiksa bukan hanya dirinya.

Perdebatan panjang itu mereda setelah petugas Operasi Pekat Agung tersebut memgancam Model seksi tersebut akan diboyong ke kantor BNN jika tak mau diperiksa. Mendengar ancaman tersebut, Messya dan temannya akhirnya mengalah dan bersedia diperiksa oleh petugas.

Hasil pemeriksaan terhadap model seksi  tersebut negatif menggunakan narkoba, dan hanya positif menggunakan alkohol. Seisi club pun sempat meneriaki Messya dan 2 temannya.

Selain di Motel Mexicola, Tim gabungan Operasi Pekat Agung juga menyasar 3 Club malam lainnya seperti THM Sandbar, yang terletak di kawasan canggu, Kuta Utara, Delona Cafe yang terletak dijalan taman pancing, Denpasar hingga New Bahari Karaoke yang berada Pedungan,Denpasar.

Petugas gabungan yang mencapai 100 orang tersebut, selain melakukan tes urine juga memeriksa Kartu Tanda Penduduka atau Identitas para pengunjung, Baik untuk pengunjung lokal maupun Warga Negara Asing (WNA) tak luput dari pemeriksaan petugas.

Tujuan dari Operasi yang menuasar club ini menurut Dandenpom IX/3 Denpasar Letkol Cpm Harjono Pamungkas Putro, sebagai cipa kondisi menjelang perhelatan Bali Democracy Forum (BDF)."Tujuannya untuk cipta kondisi menjelang perhelatan BDF, kami namakan operas Waspada Wira Tombak 2019," jelas Harjono.

Dari 4 tempat tersebut, petugas tidak menemukan adanya pengunjung club yang posotif menggunakan narkoba."Kami tidak menemukan adanya pengguna narkoba, tetapi kami menemukan belasan yang terazia tidak membawa KTP,"pungkasnya.

(bx/ris/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia