Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Lomba Makepung Lampit di Kaliakah, Diikuti 29 Peserta

01 Desember 2019, 21: 54: 54 WIB | editor : Nyoman Suarna

Lomba Makepung Lampit di Kaliakah, Diikuti 29 Peserta

BERLUMPUR : Agenda Makepung Lampit yang digelar di sirkuit berumpur, di Subak Tegalwani Pangkung Jajung Cibunguran, Desa Kaliakah, Negara menjadi daya tarik wisatawan. (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

NEGARA, BALI EXPRESS - Lomba Mekepung Lampit 2019 diselenggarakan Minggu (1/12) pagi di Sirkuit Makepung Lampit Subak Tegalwani Pangkung Jajung Cibunguran, Desa Kaliakah, Negara. Event yang dilaksanakan rutin setiap tahun ini, selain disaksikan oleh ribuan penonton lokal maupun wisatawan asing, juga menarik perhatian ratusan fotografer untuk mengabadikan Lomba Makepung Lampit di sirkuit berlumpur itu.

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang sudah memasuki musim penghujan, meski saat ini belum musim hujan, perlombaan Makepung Lampit tetap dilaksanakan dan berlangsung lancar dengan memanfaatkan air Bendungan Kaliakah yang bersebelahan dengan lokasi sirkuit.

Koordinator Sekaha Makepung, I Made Mara mengatakan, Makepung Lampit merupakan agenda penutup dalam perlombaan makepung di Jembrana yang diadakan setiap tahunnya. Dalam Makepung Lampit ini digunakan teknik perlombaan yang beda dengan makepung darat yang menggunakan kendaraan cikar, sedangkan makepung lampit menggunakan lampit (alat bajak sawah tradisional) yang kini sudah jarang ditemui.

Selain itu, lanjut Made Mara, sirkuit atau lintasan yang digunakan harus di areal persawahan berair dan berlumpur. "Sebagai sekaa makepung, kami berharap Makepung di Jembrana bisa terus terlaksana dan tetap lestari sebagai warisan tradisi budaya lokal Jembrana,” ujarnya.

Perlombaan kali ini diikuti sebanyak 29 peserta yang memperebutkan hadiah senilai total Rp 25 juta. Untuk kali ini juara pertama diraih oleh Sekaa Makepung Tunjung Putih asal Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, Melaya dan mendapatkan trofi dan uang pembinaan senilai Rp 7 Juta. Juara kedua diraih Sekaa Makepung Panca Pandawa, juara ketiga diraih Luh Sri Natalia, juara keempat Cak Mendol dan juara kelima diraih oleh Putu Yogi.

Bupati Jembrana I Putu Artha mengatakan, Makepung Lampit merupakan tradisi lokal masyarakat agraris warisan leluhur di Jembrana yang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri yang patut dilestarikan. Dijelaskan Artha, ke depannya even Mekepung Lampit ini akan dilaksanakan juga di areal sawah lainnya, seperti di Rambutsiwi dan akan diadakan secara rutin di sana. “Tentunya dikemas dengan acara yang lebih bervariatif dengan harapan lebih menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara agar datang ke Jembrana,” pungkasnya.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia