Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Warung Men Sedu; Kulit Babi Krispi Favorit, Banyak yang Minta Double

02 Desember 2019, 12: 01: 08 WIB | editor : I Putu Suyatra

Warung Men Sedu; Kulit Babi Krispi Favorit, Banyak yang Minta Double

FAVORIT: Kulit babi krispi yang jadi menu favorit di Warung Men Sedu. (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Mencari warung makan dengan menu Be Genyol di Bali cukup mudah. Namun, yang menyajikan lengkap dengan kulit babi renyah dan empuk, hanya ada di Warung Men Sedu. Bagi pembeli yang tidak puas dengan sepotong kulit babi khas Men Sedu, bisa memesan porsi kulit double sampai puas.

Tak sulit untuk menemukan Warung Men Sedu. Warung ini bisa terbilang sebagai surga tersembunyi karena sediakan  makanan yang lezat dan berada  di tengah-tengah pemukiman warga. Di kawasan  Tabanan, nama Warung Men Sedu sudah cukup terkenal. Dari pusat Kota Tabanan kita hanya perlu mencari arah menuju Pasar Dauh Pala. Di sebelah timur pasar ini ada gang, susuri sekitar 50 meter akan melihat plang nama Warung Men Sedu.


Uniknya meskipun bernama Warung Men Sedu, namun penjual nasi Be Genyol ini berjualan langsung di halaman rumahnya. Sehingga para pembeli dapat menikmati makanan layaknya di rumah sendiri. Seporsi nasi Be Genyol dengan lauk be sisit, babi kecap, sate babi, lawar, disiram sedikit kuah dan kulit babi krispi tersebut, dapat dinikmati dengan harga mulai dari Rp 13.000 hingga Rp 17.000 untuk menu kulit double, dan Rp 20.000 untuk menu spesial.


Men Sedu merupakan panggilan terhadap pemilik warung Ni Wayan Suganti, 51. Dipanggil Men Sedu karena Suganti memiliki anak pertama yang akrab disapa Sedu, sedangkan Men dalam bahasa Bali berarti Ibu.


Warung Men Sedu sudah buka sejak tahun 2000-an, namun dahulu lokasinya di dalam Pasar Dauh Pala. Kala itu Warung Men Sedu merupakan spesialis makanan malam, karena baru buka mulai pukul 00.00 Wita hingga dini hari. Kelezatan menu makanan yang dijual membuat makin hari warung ini semakin ramai. Bahkan, pelanggan sudah berdatangan sebelum warung dibuka. Tak jarang antrian pun mengular. "Salah seorang karyawan di warung memberi tahu pelanggan alamat rumah kami, karena waktu itu pelanggan sudah ramai, sedangkan ibu saya masih mempersiapkan dagangan untuk dibawa ke pasar," ujar anak kedua Men Sedu, I Made Semara Putra, 25.


Kebetulan rumah Men Sedu memang tidak jauh dari Pasar Dauh Pala, yakni di Jalan Pulau Menjangan, Gang III, Nomor 3, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan. Sehingga para pelanggan setianya mulai langsung datang ke rumahnya untuk minta dilayani tanpa harus ke pasar lagi. "Sejak saat itu banyak pelanggan yang langsung datang ke rumah, entah itu beli nasi untuk dibungkus atau makan di tempat. Pelanggan biasanya langsung duduk di teras rumah dan bale-bale yang ada di rumah kami," jelasnya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) pekan kemarin.


Akhirnya sekitar tahun 2013, Men Sedu memutuskan untuk berjualan di rumah dan tidak membuka warungnya di Pasar Dauh Pala lagi. Namun pelanggan bukannya kabur, malah semakin ramai. Tentunya mereka adalah penggemar Be Genyol serta kulit babi krispi khas Men Sedu. Kulit babi krispi khas Men Sedu  bisa dikatakan sebagai menu favorit yang paling dicari oleh pelanggan. "Yang paling disukai pelanggan itu kulit babi krispi khas Men Sedu, sampai-sampai ada pelanggan meminta kulit double atau dua kali lipat dari porsi biasa. Sehingga slogan itu jadi tren dan kami memasukkan porsi kulit double pada menu," imbuh pemuda yang akrab disapa Ogick tersebut.


Kulit babi krispi Men Sedu itu dibuat dengan cara dinyatnyat dengan bumbu rahasia khas Men Sedu yang dilapisi daun pisang, kemudian dipanaskan di atas kompor dengan api kecil dengan waktu yang cukup lama. Dan, tentunya ada teknik tersendiri untuk membuat kulit tersebut krispi diluarnya, namun di dalamnya masih ada bagian yang berlemak. Kelezatan menu yang disajikan pun membuat dalam sehari bisa menghabiskan 40 kilogram beras dari warung Men Sedu yang buka mulai pukul 08.00 Wita hingga 00.00 Wita tersebut. Namun saat akhir pekan atau hari libur, Warung Men Sedu bisa tutup lebih awal karena dengan cepat ludes diserbu pembeli. Makanya tak heran kalau sang ibu tak sanggup jika harus melayani pembeli seorang diri. "Kalau masaknya setiap hari mulai jam 04.00 Wita, dan di warung dibantu 7 orang karyawan yang bantu untuk dua shift, pagi dan malam," paparnya.


Beberapa kali, Warung Men Sedu juga didatangi oleh media kuliner atau food vlogger yang ingin mereview menu di Warung Men Sedu. Bahkan yang terakhir Warung Men Sedu didatangi food vlogger Nex Carlos yang terkenal dengan youtube channel makan keliling Indonesia tersebut. Di samping itu, sejumlah instansi pemerintahan di Tabanan juga menjadi langganan warung ini. "Salah satunya DPRD Tabanan sering pesan nasi di sini, terus Widi Widiana juga pernah mampir kesini dan banyak lagi food vlogger yang pernah mereview makanan kami," pungkasnya.


Salah seorang pelanggan Warung Men Sedu, Adi Mahendra, 20, mengatakan,  makanan yang disajikan memiliki cita rasa yang khas, apalagi babi kecap serta kulit babi krispi yang menjadi menu favoritnya. "Yang saya paling suka itu babi kecapnya dan kulit babi krispinya, beda dari yang lainnya," ujarnya.


Di samping itu, menikmati seporsi nasi be genyol Men Sedu di Warung Men Sedu memiliki sensasi tersendiri karena lokasinya ada di dalam rumah yang nyaman. "Jadinya seperti makan di rumah sendiri. Kalau di meja penuh, bisa duduk di teras atau di bale bangong dan bale danginnya,"  tandasnya.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia