Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Gus Pada Hengkang dari Golkar, Demer Kecewa

02 Desember 2019, 20: 13: 35 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gus Pada Hengkang dari Golkar,  Demer Kecewa

MUNDUR : Ida Bagus Gede Pada Kusuma atau Gus Pada menyerahkan surat pengunduran dirinya dari Golkar di Sekretariat DPD I Golkar Bali, Senin (2/12). (ISTIMEWA)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mantan anggota DPRD Bali, Ida Bagus Gede Pada Kusuma, melakukan langkah politik mengejutkan. Senin (2/12) siang,  dia hengkang dari Partai Golkar yang menjadi tempatnya berkarir selama 20 tahun lebih.

Pengunduran diri yang dilakukan politisi dari Mambal, Badung ini ditegaskan dalam bentuk penyerahan surat pengunduran diri ke DPD I Golkar Bali, lengkap dengan mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA).

“Sudah tadi siang saya serahkan surat pengunduran diri dan KTA,” ujar Gus Pada, begitu dia biasa disapa, seraya membenarkan sikap politik yang diambilnya tersebut.

Saat disinggung motif di balik pengunduran dirinya, apakah terkait dengan konflik yang tengah terjadi di internal Golkar Badung, Gus Pada dengan tegas menampik. Dia menyebutkan, keputusannya mundur dari Golkar tidak ada sangkut pautnya dengan urusan tersebut.

 “Tidak. Bukan karena itu (konflik internal). Ini lebih ke arah idealisme saya sebagai seorang politisi. Dan ini sudah melalui perenungan yang terbaik. Politik itu kan dinamis,” tukasnya.

 Bahkan, dia secara tegas menyatakan bahwa tidak ada persoalan pribadi dengan kader-kader Beringin lainnya. Baik di jajaran DPD I maupun DPD II. “Bahkan di surat pengunduran diri saya tegaskan tidak ada tekanan dari siapapun atau dari manapun,” imbuhnya.

Kendati demikian, sambungnya, dia merasa perjalanan politiknya di Golkar sebagai tempatnya bernaung sejak 1996, sudah harus tamat Senin. Dan itu pun karena dirinya ingin menyesuaikan langkah perjuangannya.

Terlebih konsentrasinya di bidang adat dan kebudayaan sedang ramai-ramainya diperjuangkan, tidak jauh seperti dirinya masih bertugas di lembaga legislatif.

 “Orientasi saya hanya satu. Perjuangkan aspirasi masyarakat. Dari dulu saya berusaha mengangkat berbagai persoalan. Mulai dari masalah Prona sampai masalah kebudayaan dan adat. Ketika yang selama ini saya perjuangkan itu mulai terwujud sekarang, saya harus angkat topi. Di situ saya merasa terpanggil untuk berjuang lagi,” jelas putra politisi Golkar, Ida Bagus Gede Manuaba ini.

Karena itu, dirinya pun tidak memungkiri sedang berpikir untuk pindah partai. Namun partai mana yang dituju, itu masih dia rahasiakan.

“Pastilah. Saya ini politisi. Entah (partai) apa. Tunggu saja besok. Saya sudah datang ke beberapa partai. Tidak baik rasanya kalau saya katakan sekarang. Ternyata besok ternyata tidak demikian keadaannya,” pungkas politisi yang memulai karirnya sebagai ketua Pengurus Desa (PD) Golkar Mambal ini.

Di luar itu, spekulasi yang berkembang, Gus Pada setidaknya sudah mendekati beberapa partai politik sebagai tempatnya berlabuh, di antaranya Gerindra, NasDem, PDIP, dan Demokrat. Tapi kalau menakar alasan dan motif yang dikatakannya, besar kemungkinan Gus Pada tertarik untuk gabung ke PDIP.

Di sisi lain, Plt Ketua DPD I Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih, mengaku agak kecewa dengan langkah yang ditempuh Gus Pada. Kendati demikian, dirinya tetap menghormati apa yang menjadi keputusan politik Gus Pada itu. “Ya kami menyayangkan ya. Tapi, ya tidak apa-apa,” ujar Demer, sapaan akrab Sumarjaya Linggih saat dikonfirmasi di kesempatan terpisah.

Semestinya, sambung Demer, Gus Pada tidak melakukan langkah itu. Terlebih Golkar sudah banyak berjasa dalam membesarkan namanya sebagai seorang politisi. Sampai duduk menjadi anggota DPRD Bali selama dua periode.

“Kalau Gus Pada tidak menjabat, jangan tinggalkan Golkar. Bagaimanapun  Golkar berjasa buat dia. Golkar tidak ada dosa kepadanya,” pungkas Demer.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia