Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tersangka Kasus Mantan Bupati Candra Bertambah

02 Desember 2019, 20: 54: 23 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tersangka Kasus Mantan Bupati Candra Bertambah

PELUANG : Kajari Klungkung Otto Sompotan menyebutkan, masih ada peluang tersangka tambahan kasus Mantan Bupati Candra. (I MADE MARTAWAN/BALI EXPRESS)

Share this      

SEMARAPURA, BALI EXPRESS- Kejaksaan Negeri (Kejari) Klungkung masih mengembangkan kasus tindak pidana korupsi, gratifikasi, dan pencucian uang terpidana mantan Bupati Klungkung I Wayan Candra. Setelah menetapkan sepupu Candra, yaitu I Nengah Nata Wisnaya sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), Kajari Klungkung Otto Sompotan menyebutkan, masih ada peluang tersangka tambahan. Hal itu disampaikan Otto ditemui di sela-sela acara serangkaian Hari Antikorupsi di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (2/12). “Untuk sementara (ada peluang tambahan) dua orang lagi. Kami belum tahu kalau yang lain masih ada,” ungkap Otto.

Namun Otto belum membuka pihak-pihak yang kemungkinan ikut diseret mengikuti jejak Nata Wisnaya sebagai tersangka. Didampingi Kasi Pidana Khusus I Kadek Wira Atmaja dan Kasi Intel I Gusti Ngurah Anom Sukawinata, Otto sebatas menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sejumlah saksi, memang ada peluang tersangka selain Nata Wisnaya. Guna menguatkan dugaan tersebut, harus mengumpulkan bukti-bukti. Sebab, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka, penyidik butuh minimal dua alat bukti permulaan. “Apakah benar dia layak dimintai pertanggungjawaban pidana. Kalau bukti permulaan sudah cukup terpenuhi, maka kami akan tetapkan tersangka,” tegas Otto.

Diberitakan sebelumnya, Kejari Klungkung terlebih dulu telah menetapkan I Nengah Nata Wisnaya sebagai tersangka TPPU. Sepupu Candra ini ditetapkan sebagai tersangka, dan langsung ditahan Jumat (29/11). Nata Wisnaya  disangkakan Pasal 3,4 dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Dia diduga ikut terlibat menyembunyikan uang hasil korupsi Candra. Namun saat Kejari Klungkung menjerat Candra sebagai tersangka pada 2014, Nata Wisnaya tidak ikut terseret.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sekitar 20 orang saksi, termasuk tersangka dan diperkuat bukti lainnya, tersangka Nata Wisnaya diduga kuat terlibat TPPU hasil korupsi Candra, berupa empat bidang tanah. Dua bidang ada di Kecamatan Nusa Penida, yaitu di Desa Ped dan Bungamekar. Satu bidang tanah di wilayah Kecamatan Dawan, dan satunya lagi di Desa Tojan, Kecamatan Klungkung. Aset tanah ini atas nama tersangka, diduga hasil korupsi Candra. Tanah tersebut sudah dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA).

Selain empat bidang tanah tersebut, Nata Wisnaya juga diduga ikut terlibat pencucian uang dalam statusnya sebagai direktur PT. BPI milik Candra. Perusahaan bergerak dalam bidang outsourcing itu memiliki rekening khusus menyimpan uang hasil korupsi Candra, jumlahnya Rp 11 miliar. “Rekening itu digunakan untuk jalur transaksi keuangan hasil korupsi. Bukan riil untuk perusahaan,” ungkap Wira Atmaja setelah menjebloskan Nata Wisnaya ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Klungkung.

(bx/wan/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia