Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sebulan Diburu, Maling Scoopy di Jalan Anyelir Diringkus Tim Pekat

02 Desember 2019, 21: 37: 14 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sebulan Diburu, Maling Scoopy di Jalan Anyelir Diringkus Tim Pekat

CURAT: Pelaku berhasil ditangkap Tim Operasi Pekat atas tuduhan mencuri sepeda motor dan handphone. (ISTIMEWA)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Setelah sebulan lebih dikejar oleh pihak kepolisian, Satria Putra Gede, 35, akhirnya tertangkap dalam Operasi Pekat pada Senin (2/12) pukul 04.00 di kawasan Kerobokan, Badung.

Pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur ini awalnya pada Sabtu (19/10) melakukan aksi pencurian di sebuah kos-kosan di kawasan Jalan Anyelir, Denpasar. Dirreskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan menjelaskan, pelaku mencuri motor Scoopy beserta barang lainnya milik korban I Gede Witarsa, 55.

Modus yang digunakan tersangka dengan memasuki rumah korban pada saat jam tidur atau istirahat. "Pelaku masuk ke rumah korban ketika korban dalam keadaan tidur. Pelaku kemudian mengambil uang, HP Iphone 7+, tas, dan sepeda motor Honda Scoopy milik korban," jelas Andi.

Korban yang baru terbangun pukul 05.00 kaget karena HP tidak ada. Kemudian mengecek barang lainnya juga tidak ada."Korban bangun, kemudian mengecek barang-barangnya. Ternyata HP dan motornya sudah tidak ada," beber Andi Fairan.

Korban melaporkan peristiwa yang dialaminya Mapolresta Denpasar Kamis (19/10). Pihak Satreskrim kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Dari hasil investigasi yang dilakukan pihak Resmob Polda Bali di sekitar TKP, ciri-ciri pelaku terindentifikasi. "Kami mendapatkan ciri-ciri pelaku dari keterangan saksi. Pelaku berasal dari Sumba, NTT," jelasnya

Pada Minggu (1/12) tim Resmob melakukan penyelidikan di sekitar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan. "Saat kami  melalukan lidik di wilayah sekitar LP Kerobokan, kami menemukan pelaku mengendarai motor Scoopy. Saat itu pelaku menuju ke minimarket di depan LP. Kami melakukan pengejaran dan penggeledahan. Setelah kami cek, ternyata motor Scoopy tersebut milik korban yang sudah diganti plat nomornya," beber Kombespol Andi.

Pelaku dan barang bukti motor tersebut diamankan oleh tim Operasi Pekat. Kemudian dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya melakukan pencurian. "Pelaku mengaku melakukan pencurian bersama temannya Luki, yang sekarang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), Luki mengambil barang seperti celengan, HP hingga Scoopy. Jadi yang mengambil itu Luki, sedangkan Satria menunggu di luar rumah," ungkap kombespol Andi.

Dari hasil kejahatan tersebut, mereka membagi-bagi keuntungan. "Luki mendapat HP dan uang, sedang Satria mendapat sepeda motor dan uang Rp 100 ribu," ungkap Andi. Kini Satria harus mendekam di sel Mapolda Bali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hingga 5 tahun penjara.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia