Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Desa Kutuh Bangli Perlahan Kemas Destinasi Wisata

04 Desember 2019, 11: 50: 58 WIB | editor : I Putu Suyatra

Desa Kutuh Bangli Perlahan Kemas Destinasi Wisata

DESA : Pihak Desa Kutuh Bangli, perlahan sambut wisatawan dengan cara menyediakan pemandu dari warga setempat, bila ingin melihat sejumlah destinasi wisata yang ada di Kutuh. (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, masih terdengar asing di telinga wisatawan. Desa yang berbatasan dengan Kabupaten Buleleng tersebut, ternyata menyimpan berbagai destinasi wisata yang tak kalah menariknya.

Wisatawan yang berkunjung ke Desa Kutuh,  Kintamani, Bangli,  bisa menikmati wisata spiritual, alam, seni, budaya, hingga agro wisata. Tidak hanya itu, setelah seharian menikmati keindahan tempat wisata yang ada, wisatawan bisa mencoba  pijat tradisional plus nikmatnya buah-buahan yang baru dipetik langsung dari pohonnya. Kalau mau yang spesial lagi, coba rasakan sensasi segelas tuak yang diproduksi langsung oleh para petani.

Sekertaris Desa Kutuh, Wayan Armaya, mengatakan, untuk menikmati wisata yang ada di Desa Kutuh nantinya wisatawan bisa datang langsung ke kantor desa agar bisa diantar oleh pemandu yang akan mengajak berkeliling desa, mengunjungi wisata alam, budaya, spiritual, dan agrotourism. "Semua destinasi tersebut bisa dinikmati wisatawan hanya dengan datang ke Kantor Desa Kutuh. Nantinya pihaknya akan menyuruh warga mengantar berkeliling melihat setiap potensi wisata tersebut," terang

Wayan Armaya kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) pekan kemarin.
Dikatakannya,  wisata alam yang menjadi daya tarik seperti  pemandangan bukit di sepanjang perjalanan, air terjun, air panas, dan tempat selfie dengan latar perbukitan di sepanjang perjalanan berkeliling desa. Untuk wisata spritual bagi wisatawan yang senang malukat, sembahyang serta meditasi, lanjutnya,  bisa dilaksanalan di sejumlah pura dan tempat malukat.

"Jika ingin menikmati wisata budaya, wisatawan  bisa datang pada hari-hari khusus saat ada piodalan atau upacara keagaman yang ada di desa Kutuh, " sarannya.

Setelah seharian berkeliling, wisatawan juga bisa menikmati segarnya buah lokal yang bisa dipetik langsung di kebun warga untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. "Untuk wisata alam, wisatawan bisa menikmati pemandangan perbukitan yang masih asri  sambil berswafoto, kemudian ada air terjun yang bersebelahan dengan air hangat. Jadi, habis berendam di air terjun nanti juga bisa menikmati air panas yang ada disebelahnya," paparnya.

Khusus untuk wisata agro, wisatawan bisa melihat sepanjang jalan kegitan pertanian warga, juga bisa menyaksikan aktivitas warga membuat tuak yang dilakukan secara turun temurun.
Wisatawan juga diharapkan bisa membeli buah lokal, seperti alpukat, markisa, durian, dan hasil alam lainnya yang masih fresh karena langsung dipetik dari pohonnya oleh warga dan dijajakan sepanjang jalan. Lelah dan pegal setelah keliling desa? Tak perlu risau, karena ada tukang pijat tradisional yang siap mengendorkan syaraf yang tegang dan siap bikin fresh lagi.
"Sudah tersedia tenaga pijat tradisional yang sudah terlatih," tutupnya.

(bx/dar/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia