Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Sekolah di Tulamben Beli Air Pakai Dana BOS

06 Desember 2019, 20: 24: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Krisis Air, Warga Tulamben Minum Air Laut, Polres Bantu Air Bersih

SULIT AIR : Warga Batu Dawa Kelod, Tulamben, mengantre untuk mendapatkan air dari Polres Karangasem, kemarin (6/12). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS – Warga Banjar Batu Dawa Kelod dan Batu Dawa Kaja, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu kini didera krisis air bersih. Tidak tanggung-tanggung, warga mencari air ke pantai agar bisa memenuhi kebutuhan tiap hari.

Warga yang rata-rata tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) II dan III itu harus jalan kaki ke pantai sejauh 6 kilometer. Sebab warga setempat sedikit yang punya motor. Biasanya paling beruntung menaiki sepeda gayung untuk bisa sampai di pantai.

Warga Batu Dawa Kaja I Wayan Subagia mengakui, sejak kemarau ini, dia harus menggunakan air laut guna kebutuhan keluarganya. Dia mampu mendapat 10 sampai 15 ember. Biasanya dia menampung air hujan. Namun karena lama tak ada hujan, terpaksa sementara ini pakai air laut.

"Sudah lima bulan lebih tidak dapat air. Biasanya kalau hujan  nyetok air di cubang. Sekarang sudah tidak ada hujan, gimana cara kami tampung air. Terpaksa cari air di laut," kata Subagia.

Kondisi sama parah juga dirasakan siswa SD Negeri 2 dan SD Negeri 5 Tulamben. Akibat tak memperoleh air, pihak sekolah terpaksa menggunakan dana operasional sekolah (BOS) untuk membeli air. 

Harganya bervariatif. Mulai Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per tangki. Satu tangki bisa dipakai selama 5 hari. Beruntung dua sekolah tersebut punya cubang sehingga bisa menampung air. Jadi, sekali membeli dua tangki bisa dipakai untuk 10 hari ke depan.

Ironis, selama kemarau ini, siswa-siswi di dua sekolah tersebut kesulitan buang air besar. Pihak sekolah pun meminta pertimbangan dan solusi ke komite agar dana BOS bisa digunakan membeli air. "Ya untuk dana BOS bisa kami pakai. Kalau tidak begitu, di mana cari uang untuk beli air, kan sulit setiap hari tidak ada air," ungkap salah seorang guru SD 2 Tulamben Gede Bendesa.

Jumat siang (6/12), Polres Karangasem bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem memberikan bantuan air bersih ke dua banjar di Tulamben tersebut. Ada enam tangki yang dikirim. Masing-masing tangki berisi 4.000 liter air. 

Kapolres Karangasem AKBP Ni Wayan Suartini, Wakapolres Kompol Aris Purwanto, dan pejabat kepolisian Karangasem lainnya meninjau langsung pendistribusian ke masyarakat. Suplai air pertama dimulai dari SDN 2 Tulamben. Kemudian dilanjutkan ke SDN 5 Tulamben dan terakhir pemberian air bersih ke warga secara langsung, maupun suplai di cubang Banjar Batu Dawa Kelod.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Wayan Suartini menegaskan, pendisitribusian air bersih rencananya akan terus dilakukan dalam waktu dekat. Ada lima tangki yang bakal dikerahkan membantu ketersediaan air bagi warga Kubu. "Kami juga berharap para pengusaha maupun pihak lainnya membantu pemberian air bersih. Terutama bagi wilayah kering seperti Kubu ini," pungkas mantan Kasi Inspeksi Kamsel Subdit Audit dan Inspeksi di Korlantas Mabes Polri ini.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia