Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Simpan Sabu di Celana, Kabras Diciduk Polres Buleleng

06 Desember 2019, 20: 38: 18 WIB | editor : Nyoman Suarna

Simpan Sabu di Celana, Kabras Diciduk Polres Buleleng

DIGELANDANG : Kabras dan Korak digelandang di Mapolres Buleleng. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS -Terbukti membawa sabu seberat 0,42 gram brutto membuat Kadek Suriawan alias Kabras, 21, harus berurusan dengan polisi. Pria asal Banjar Dinas Tegal, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan ini kedapatan membawa dua paket sabu yang disimpan di saku celananya.

KBO Narkoba Polres Buleleng, Iptu Wayan Santiyasa menjelaskan, Kabras ditangkap pada November. Ia diciduk di sekitar Terminal Penarukan, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Ketika digeledah, polisi berhasil menemukan dua paket sabu dengan berat berat total 0.42 gram brutto yang disimpan di saku celananya.

Iptu Santiyasa menegaskan, kendati sebagai pengguna, Kabras akan tetap diproses hukum, dan tidak dilakukan rehabilitasi. "Dia akan tetap diproses hukum karena saat kami tangkap, barang buktinya ada. Bila mana barang buktinya tidak ditemukan, barulah yang bersangkutan bisa diserahkan ke BNN untuk menjalani rehab," ujar Iptu Santiyasa, Jumat (6/12) siang.

Selain Kabras, polisi juga berhasil menangkap pengguna narkoba lainnya, bernama Nyoman Yudhi Darmawan alias Korak, 43. Pria asal Kelurahan Banyuasri, Kecamatan/Kabupaten Buleleng ini diringkus pada 20 November, pukul 21.30 Wita.

Dari tas pinggangnya, polisi menemukan satu tabung plastik, yang di dalamnya berisi satu paket sabu dengan berat 0.35 gram brutto. "Kedua tersangka sama-sama memesan narkoba lewat HP, kemudian barangnya ditempel di suatu tempat. Kami masih menyelidiki siapa penjualnya," tutup Iptu Santiyasa.

Sementara itu, Kabras yang ditemui di Mapolres Buleleng mengaku terjerumus menjadi pecandu barang haram tersebut lantaran terpengaruh ajakan teman. Akibatnya, Kabras pun menjadi ketagihan menikmati sabu-sabu tersebut. Ia nekat menghabiskan seluruh hasil kerjanya sebagai buruh bangunan hanya untuk membeli sabu-sabu, lalu dikonsumsi sendiri di dalam kamar.

"Punya uang dari hasil kerja, baru beli sabu. Pesan lewat HP, diambil pakai sistem tempel. Saya tidak tahu siapa yang menjual. Biasanya dikonsumsi di dalam kamar, orangtua tidak tau. Saya makai gara-gara diajak teman," ucapnya.

Atas perbuatannya, tersangka Kabras dan Korak dijerat dengan Pasal 112 Ayat (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling pama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 miliar.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia