Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Bocah Tanpa Anus Segera Dioperasi, Orang Tua Terkendala Pemondokan

06 Desember 2019, 20: 52: 34 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bocah Tanpa Anus Segera Dioperasi, Orang Tua Terkendala Pemondokan

TANPA ANUS : Ratih, bocah tanpa anus saat ditemui di rumahnya. (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Bocah malang Kadek Ratih Juniari yang terlahir tanpa lubang anus, segera akan menjalani operasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar. Balita asal Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ini dijawalkan ke Denpasar seusai Pagerwesi mendatang.

Pasca diberitakan sejumlah media, Ratih yang terlahir dari pasangan suami istri kurang mampu Komang Putra Indrawan dan Komang Lestariasih mulai mendapat bantuan dari sejumlah pihak. Bantuan sosial terus berdatangan silih berganti mulai dari yayasan dan juga komunitas sosial.

Tak sedikit yang simpati melihat kondisi keluarga yang kurang mampu. Mereka juga peduli dengan penderitaan bocah  berusia 1,5 tahun yang tidak memiliki lubang anus. Terlebih saat ini Ratih harus membuang kotoran Buang Air Besar (BAB) melalui lubang sementara yang dibuat pada perut bagian kiri.

Sekretaris Desa Padangbulia Kecamatan Sukasada I Gusti Ngurah Eka Swartana menjelaskan, kedua orang tua Ratih sejatinya berharap agar operasi untuk pembuatan lubang anus bisa dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buleleng.

Bahkan, orang tua Ratih didampingi aparat desa, sebelumnya sempat meminta rujukan ke Puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan, dan dirujuk ke Rumah Sakit Kerta Usadha Singaraja. Kemudian dari RS tersebut dirujuk untuk menjalani operasi ke Rumah Sakit Umum Sanglah di Denpasar.

“Kami sebenarnya sempat berkoordinasi dengan pihak RSUD Buleleng. Kemudian dijelaskan, bahwa  operasi harus dilakukan oleh dokter spesialis bedah anak. Dan RSUD Buleleng belum punya,” jelasnya.

Dijelaskan Swartana, setelah turunnya rujukan untuk proses operasi ke RS Sanglah, pihak keluarga belum langsung memutuskan. Mereka masih berpikir tentang biaya pemondokan selama berada di Denpasar.

Sedangkan untuk biaya kesehatan, Ratih Juniari sudah tercover Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Setelah dilakukan komunikasi kembali, pihak keluarga pun kemudian bersedia untuk proses operasi di Denpasar.

“Untuk keberangkatan dan selama di Sanglah akan dibantu oleh yayasan yang bergerak di bidang sosial. Rencananya setelah Hari Raya Pagerwesi akan berangkat. Katanya setelah itu baru akan dijadwalkan untuk operasi,” singkatnya.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia