Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Pembangunan Kolam Renang Rp 110 M di Sukawati Jadi Polemik

06 Desember 2019, 21: 14: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pembangunan Kolam Renang Rp 110 M di Sukawati Jadi Polemik

BENDESA : Bendesa Adat Sukawati, I Nyoman Suantha saat diwawancarai, Jumat (6/12). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS – Dengan julukan bumi seni, Pemkab Gianyar kembali akan membangun proyek yang bernilai miliaran rupiah. Kali ini akan dibangun sebuah kolam renang bertaraf internasional di atas tanah Desa Adat Sukawati pada tahun 2020. Namun, pembangunan bernilai Rp 110 miliar diwarnai pro dan kontra dalam masyarakat.

Hal itu terungkap saat  koran ini mewawancarai Bendesa Adat Sukawati I Nyoman Suantha, Jumat (6/12). Ia menyampaikan, bangunan kolam itu akan dibuat di atas lahan laba milik Desa Adat Sukawati. “Untuk lokasinya itu dekat  dengan Pantai Purnama, dan itu masih wilayah kami,” jelasnya.

Pembangunan kolam itu akan menggunakan lahan seluas 1 hektare, dan saat ini di atas lahan tersebut masih ditanami padi, karena areal itu merupakan jalur hijau dan persawahan. Karena termasuk jalur hijau itulah sempat terjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat Sukawati.

 “Bahkan warga desa sempat terbelah atas rencana pembangunan itu. Alasannya ditolak karena itu jalur hijau, laba desa, dan banyak alasan lainnya,” ungkap Suantha.

Dia selaku tokoh adat menggelar rapat pada 18 Oktober 2019 lalu agar ada kesepatakan dari masyarakat. Saat rapat ia mempertahankan argumen, bahwa itu untuk kepentingan Kabupaten Gianyar karena belum punya kolam renang. Dikatakannya,  saat itu sempat terjadi perdebatan sengit.

“Akhirnya saya tanya balik yang menolak.  Di Sukawati, berapa pembangunan di atas lahan hijau bisa dibendung? Coba daerah lain, gimana caranya membendung datangnya investor?,” tanyanya kepada warga.

Akhirnya dalam rapat diputuskan  bahwa warga menyetujui rencana pembangunan kolam renang bertaraf internasional di Sukawati tersebut. Suantha pun sudah melihat gambaran kolam itu yang akan dibangun pada 2020 mendatang. Kolam tersebut akan dipakai oleh atlet. Selain itu, Pemda juga berencana membuat wahana permainan air.

Suantha menambahkan, nantinya lahan desa itu akan dikontrak oleh pemerintah. Sedangkan untuk menentukan harga kontrak, sekarang tim appraisal sedang menghitung berapa nilainya. Selama ini hasil sawah di atas lahan itu masuk ke desa.

“Dengan dikontrak untuk kolam, desa bisa dapat lebih dari hasil itu. Jelas lebih hitungannya, tinggal lihat hitungan appraisal. Nanti uang sewa masuk ke desa adat Sukawati,” jelasnya. “Usaha desa akan bertambah, baik dari pusat, daerah, urunan masyarakat dan sumbangan pihak ketiga yang tidak mengikat. Serta pendapatan lain yang sah. Ini untuk kesejahteraan,” imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia