Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Umur Harapan Hidup Masyarakat Badung Tertinggi di Bali

06 Desember 2019, 22: 52: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Umur Harapan Hidup Masyarakat Badung Tertinggi di Bali

DUET: Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa. (HUMAS BADUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

MANGUPURA, BALI EXPRESS - Refleksi Akhir Tahun 2019 Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Badung kembali membeber beberapa capaian gemilang. Sebelumnya, sejumlah indeks yang meningkat dibanding 2018 lalu, di antaranya pembangungan gender, indeks kerukunan umat, survei kepuasan masyarakat dan indeks kebahagian yang cenderung meningkat. Termasuk indeks pembangunan manusia (IPM) yang masuk kategori sangat tinggi. Peningkatan juga terjadi pada umur harapan hidup (UHH) sebagai salah satu dimensi dasar pembentukan IPM di Kabupaten Badung.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), UHH Badung berada pada angka 74,71 di tahun 2018. Jumlah tersebut meningkat dari tahun 2017 pada angka 74,53. Bahkan angka di tahun 2017 dan 2018 tersebut merupakan yang tertinggi di Bali. Demikian disampaikan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat mendampingi Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam jumpa pers yang berlangsung di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Kawasan Puspem beberapa waktu lalu.

Sedangkan terkait dengan IPM, berdasarkan data dari BPS Kabupaten Badung, perkembangan IPM Badung semenjak kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati I Ketut Suiasa setiap tahun mengalami peningkatan. Dimulai ketika tahun 2015 dengan nilai 78,86, selanjutnya tahun 2016 meningkat menjadi 79,80, tahun 2017 pada angka 80,54, dan terakhir tahun 2018 pada angka 80,87. "IPM Badung tahun 2017 dan 2018 pada angka diatas 80 merupakan angka yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Dan ini data dari BPS, bukan kami mengukur sendiri. Secara umum, pembangunan manusia Badung terus mengalami peningkatan dan kemajuan selama periode 2015 hingga 2018," jelasnya.

Meningkatnya IPM Kabupaten Badung, menurut Suiasa, merupakan salah satu indikator yang mencerminkan  keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia atau masyarakat Badung. Karena IPM menjelaskan peluang penduduk dalam mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. "Apa yang kami programkan selama ini dalam mendampingi Bapak Bupati sudah mampu menyentuh harkat hidup masyarakat Badung yang muaranya berdampak pada meningkatnya IPM masyarakat kami di Badung ini," tegasnya, seraya mengatakan, IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan dalam jangka panjang.

Menurut data BPS, IPM dihitung berdasarkan rata-rata geometrik indeks kesehatan, indeks pengetahuan, dan indeks pengeluaran. Penghitungan ketiga indeks ini dilakukan dengan standarisasi nilai minimum dan maksimum dari masing-masing komponen indeks. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan, yaitu kecepatan dan status pencapaian. IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan metode penghitungannya direvisi pada tahun 2010. BPS mengadopsi perubahan metodologi penghitungan IPM yang baru pada tahun 2014 dan melakukan backcasting hingga tahun 2010.

(bx/adi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia