Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Pura Tirta Poleng Tempat Malukat, Mohon Awet Muda, dan Kekebalan

07 Desember 2019, 19: 14: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pura Tirta Poleng Tempat Malukat, Mohon Awet Muda, dan Kekebalan

POLENG : Pura Tirta Poleng dipercaya masyarakat sebagai tempat memohon tirta yang bisa dipakai mengobati, malukat, membuat awet muda, bahkan memohon kekebalan. (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Share this      

BANGLI, BALI EXPRESS - Pura Tirta Poleng di Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Bangli, punya sederetan nama. Tempat suci yang juga disebut Pura Abian Tiing yang piodalannya jatuh pada Buda Kliwon wuku Sinta bertepatan pada Hari Raya Pagerwesi ini, juga punya sederetan kisah magis.

Sejarah Pura Tirta Poleng yang juga dinamai Pura Lengkayan, Pura Pengalapan, Pura Taman Sari ini,  tidak diketahui pasti sejarah awal berdirinya. Yang diketahui bahwa konon sudah ada sejak suku Lengkayan mengalami masa kejayaan. Bahkan di masa itu,  sempat tidak difungsikan oleh warga.

Pura Tirta Poleng Tempat Malukat, Mohon Awet Muda, dan Kekebalan

MALUKAT : Tempat malukat di Pura Tirta Poleng Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani, Bangli. (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Pada tahun 1975, Pura Tirta Poleng mengalami pemugaran serta berfungsi kembali, dan sampai sekarang diempon oleh 36 kepala keluarga.

Mantan Sekertaris Adat Desa Pakraman Kutuh, Wayan Armaya, juga menceritakan bahwa Pura Tirta Poleng setelah ditinggalkan pernah terjadi palinggihnya tertimpa pohon aren. Hal itu baru diketahui  ketika bapaknya mengalami sakit yang misterius hingga betahun-tahun tak sembuh. Ia berinisiatif mencarikan orang pintar dan akhirnya dilihatnya kejadian yang terjadi di pura tersebut. Tidak ada yang peduli dan mengetahui bahwa ada palinggih tertimpa pohon aren.
"Palinggih yang tertimpa pohon aren itu, ternyata merupakan palinggihan dari pura milik Suku Lengkayan yang harus di ajegkan kembali," terangnya.


Diakuinya, pura tersebut tak terawat, padahal bapaknya kerap mondar-mandir di kawasan tersebut bila mandi.


Orang pintar tersebut memerintahkan agar dilakukan perawatan kembali untuk pura agar tetap ajeg. "Akhirnya bapak saya berjanji, jika sembuh maka akan dibangun kembali," paparnya.
Petunjuk dari niskala tersebut akhirnya disanggupi. Setelah semua dilakukan, bapak Wayan Armaya sembuh dari sakitnya.

Pura Tirta Poleng Tempat Malukat, Mohon Awet Muda, dan Kekebalan

Wayan Armaya (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Tak disanggahnya, banyak kejadian magis terjadi di Pura Tirta Poleng. Dikatakan Armaya, kalau ada suara ledakan yang terdengar dari kawasan pura, selain sebagai ciri-ciri akan kemunculan Tirta Poleng, juga sebagai tanda akan ada warga yang meninggal salah pati ataupun ulah pati. Armaya tidak mengetahui apa yang menimbulkan suara, semuanya penuh misteri.


Salah seorang warga, Nyoman Kasma, 50, menceritakan bahwa dahulu di Desa Kutuh terdapat warga Suku Lengkayan yang ditakuti karena memiliki kekebalan terhadap senjata tajam. Kekebalan tersebut dipercaya berasal dari tirta yang didapat dari Pura Tirta Poleng. Jadi, sebelum perang melawan penjajah, Suku Lengkayan memohon air suci (tirta) di Pura Tirta Poleng.


Berdasarkan cerita tetua, pernah dibuktikan oleh salah satu keluarga asli Suku Lengkayan kepada anak mereka.  Lantaran sang suami curiga kalau anak yang dilahirkan oleh istrinya bukan anak kandungnya. Kemudian si suami mencari bukti dan berjeyakinan,  apabila anak yang dilahirkan istrinya adalah benar anak kandungnya, maka setelah dilukat dengan air suci dari Pura Lengkayan, maka anak itu akan kebal terhadap tusukan senjata. Akhirnya omongannya terbukti. Ketika anak tersebut dilempar ke atas, lalu dijaga dengan keris, ternyata ketika ditusuk anak tersebut tidak terluka.

Pura Tirta Poleng Tempat Malukat, Mohon Awet Muda, dan Kekebalan

Nyoman Kasma (NYOMAN DARMA WIBAWA/BALI EXPRESS)

Dikatakannya, Pura Tirta Poleng sudah ada sejak dahulu, dibuat oleh Suku Lengkayan. Semenjak pecahnya suku Lengkayan, lanjutnya, Tirta Poleng belum pernah muncul seperti waktu zaman Suku Lengkayan mengalami kejayaan. Akan tetapi, jika pamedek direstui untuk melihat tirta tersebut ada di pura, maka tirta akan muncul. "Kemunculan Tirta Poleng biasanya ditandai ledakan keras yang didengar oleh warga sekitar. Di samping itu, akan tercium bau wewangian," paparnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group) pekan kemarin.

Ditambahkannya, sejak pertama memang Pura Tirta Poleng dibuat Suku Lengkayan, tirta digunakan sebelum perang agar kebal dengan senjata.


Wayan Kasma menambahkan,  selain memiliki fungsi sebagai kekebalan, Tirta Poleng juga berfungsi sebagai pembersih diri, dan untuk awet muda.


"Tirta untuk beberapa pura yang melaksanakan piodalan itu, diambil di sumur suci yang berada di dalam pura, dan bisa juga dipakai untuk mengobati orang sakit," paparnya.


Kenapa diberikan nama Tirta Poleng? Dijelaskannya, semua berawal dari nama Lengkayan yang berasal dari  'Belang Kayoan' karena airnya poleng ( hitam putih), sehingga juga   dinamai  Belang Kayoan. Masyarakat percaya kalau yang berstana di Pura Turta Poleng adalah Ida Bhatara Tampekin Kuntul Nguhlayang.


Dikatakannya,  ada beberapa kejadian aneh yang pernah terjadi di tempat tersebut, seperti kemunculan orang tua berpakaian putih-putih yang berjalan sampai di tempat patirtaan kemudian hilang tanpa jejak. Juga pernah terlihat sinar yang sangat terang muncul di sekitar tempat patirtaan. Sekain itu,  pernah juga ditemukan beberapa benda keramat berupa  keris, bunga cempaka, tempat air, dan patung Dewa Siwa terbuat dari emas. Untuk pamedek yang ingin datangsembahyang,  cukup membawa sarana canang sari, pajati, peras daksina. Sarana tersebut dihaturkan pertama di palinggih Piasan untuk memohon izin sekaligus memohon apa yang menjadi tujuan ke tempat tersebut.  Setelah itu, malukat atau nunas tirta di patirtaan.
"Soal siapa yang akan muput, biasanya pemangku dari luar.


Karena belum ada yg istilahnya dipilih oleh yg berstana. Jadi, belum ada yang berani juga menentukan siapa jadi pemangku," pungkasnya.

(bx/dar/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia