Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Warga Batudawa Tegaskan Air Laut Dipakai untuk Ternak

08 Desember 2019, 16: 14: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Warga Batudawa Tegaskan Air Laut Dipakai untuk Ternak

SUPLAI AIR: Warga Batudawa, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu disuplai air bersih dari Polres dan PHRI Karangasem, belum lama ini. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

AMLAPURA, BALI EXPRESS - Kekeringan akibat kemarau panjang memang terjadi di sebagian wilayah Karangasem. Wilayah Kecamatan Kubu, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Akibatnya masyarakat yang bermukim di wilayah tandus harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Di Banjar Batudawa Kelod dan Kaja, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu misalnya. Warga di sana sebagian besar membeli air rata-rata satu hingga dua tangki agar mampu digunakan sampai 5 sampai 10 hari ke depan. Sebenarnya di sana sudah ada sumur bor namun masih terkendala penyaluran ke rumah-rumah.

Anggota DPRD Karangasem I Wayan Dikep membenarkan beberapa warga Tulamben membeli air bersih untuk sementara waktu demi kebutuhan sehari-hari. Pihaknya bersama warga akan melakukan penyedotan air sumur bor yang disalurkan ke rumah warga dalam waktu dekat. Namun dia membantah bahwa warga mengkonsumsi air laut.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Sabtu (7/12), beberapa warga Banjar Batudawa Kaja dan Batudawa Kelod mengaku senang mendapat bantuan air bersih. Bantuan air diserahkan Polres Karangasem dan PHRI Karangasem, Jumat (6/12) siang. Dalam kesempatan itu, beberapa warga mengakui sempat mengambil air hingga ke pantai, berjarak 6 kilometer dari rumah.

Sementara itu politisi yang juga berasal dari Batudawa, Tulamben, itu menegaskan, warga yang mencari air laut hanya segelintir saja. Itu pun hanya untuk ternak, bukan untuk diminum. Bahkan warga yang mencari air laut tidak setiap hari. Meski ada yang mengaku mengkonsumsinya, Dikep justru membantah dengan alasan hal tersebut mustahil bisa dilakukan.

"Saya tahu ada warga yang mencari air laut. Kalau masalah air diminum, saya rasa tidak akan bisa. Kalau pun ada warga yang mengaku demikian. Sedangkan yang mampu, sudah bisa beli air," tegas Dikep seraya mengatakan sekitar 80 persen penduduknya sudah memiliki kendaraan.

Untuk diketahui, warga Banjar Batudawa Kaja dan Batudawa Kelod mendapat bantuan air bersih dari Polres Karangasem dan PHRI Karangasem, Jumat (6/12) siang. Total 24.000 liter air disuplai ke beberapa titik. Seperti cubang SD Negeri 2 Tulamben, SD Negeri 5 Tulamben, dan cubang milik warga Batudawa.

Pendistribusian ini dilatarbelakangi masalah warga yang kesulitan air bersih. "Kami berencana melanjutkan program ini ke depan. Kami berharap para pengusaha maupun pihak yang lain bisa menyisihkan sedikit untuk membantu masyarakat yang butuh air bersih," sebut Kapolres Karangasem AKBP Ni Wayan Suartini.

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia