Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Banyu Pinaruh di Air Terjun Mabun, Pelajar Tewas Terseret Arus

08 Desember 2019, 19: 50: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Banyu Pinaruh di Air Terjun Mabun, Pelajar Tewas Terseret Arus

TENGGELAM : Proses evakuasi korban tenggelam, Gede Sumerta, di air terjun Mabun, Dusun Klandis, Desa Pakisan, Kecamatan Sawan. (ISTIMEWA)

Share this      

KUBUTAMBAHAN, BALI EXPRESS - Sungguh malang nasib Gede Sumerta, 17. Remaja asal Dusun Klandis, Desa Pakisan, Kecamatan Sukasada ini tewas tenggelam saat mebanyu pinaruh di Air Terjun Mabun di desa setempat, Minggu (8/12), sekitar pukul 10.00 Wita.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban yang kini duduk di kelas X salah satu SMA di Petang, Kabupaten Badung, datang bersama dua orang temannya, Kadek Sariantika, 16, dan Komang Redi Artawan, 16, untuk mandi. Namun korban yang tak bisa berenang nekat mandi di air terjun yang kedalamannya belasan meter. Tak pelak, korban terbawa derasnya arus air.

Seizin Kapolres Buleleng, Kapolsek Kubutambahan AKP Made Mustiada menjelaskan, setibanya di lokasi sekitar pukul 10.00 Wita, korban langsung mandi dan meninggalkan kedua rekannya berada di pinggir air terjun.

Kedua rekannya melihat korban menghilang saat berada di tengah derasnya air terjun. Mereka akhirnya berteriak meminta bantuan kepada sejumlah warga yang kebetulan berada di atas areal air terjun Mabun.

"Korban tidak bisa berenang langsung ditarik derasnya pusaran air ke dalam dasar air terjun. Korban sempat ditolong oleh tetangganya Jero Mangku Sumadia. Namun, tekanan air terjun terlalu deras sehingga korban tidak bisa diselamatkan dan akhirnya tenggelam di kedalaman dasar air terjun sekitar 5 meter," ujar AKP Mustiada, Minggu (8/12) malam.

Mustiada menambahkan, masyarakat sempat berusaha melakukan pencarian. Lantaran sulitnya medan, membuat pencarian tak bisa dilakukan. Hingga akhirnya mereka menghubungi Tim SAR. “Kami juga sudah terjunkan 14 personel Polsek Kubutambahan untuk ikut membantu proses evakuasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan menjelaskan, setelah menerima laporan tersebut pada pukul 12.50 Wita, pihaknya bersama tim lainnya langsung meluncur dan baru tiba di lokasi pukul 15.00 Wita. "Kami langsung melakukan pencarian. Diduga tubuhnya terjebak dalam arus bawah air terjun, selanjutnya diturunkan 2 penyelam untuk melakukan pencarian," ujar Dewa Hendri.

Akhirnya pada pukul 15.55 Wita tim SAR gabungan berhasil menemukan pelajar tersebut dengan kondisi meninggal dunia di ke dalaman sekitar 12 meter. Ia menyebut proses pencarian sedikit mengalami kendala. Pasalnya, pandangan di bawah air terjun sangat gelap serta derasnya arus air. “Saat ditemukan, korban hanya pakai boxer saja. tidak pakai baju. Syukurnya kami sudah siapkan senter,” imbuhnya. Setelah berhasil ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah duka.

(bx/dik/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia