Jumat, 24 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Pencuri di Vila Grand Daha Kerobokan Belum Terungkap

08 Desember 2019, 21: 58: 20 WIB | editor : Nyoman Suarna

Pencuri di Vila Grand Daha Kerobokan Belum Terungkap

ilustrasi (DOK.JAWA POS)

Share this      

BADUNG, BALI EXPRESS - Menjelang tahun baru biasanya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom) akan meningkat. Tetapi keamanan di Pulau Dewata tampaknya harus terus ditingkatkan, mengingat tindak kriminalitas kerap menimpa wisatawan.

Seperti peristiwa pencurian yang terjadi di Vila Grand Daha, di Banjar Taman, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, pada Sabtu (30/11) dini hari. Akibat kejadian tersebut, vila harus merugi hingga ratusan juta. Hingga kini, kasus tersebut belum terungkap.

Dari informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Group), menurut sumber di Polsek Kuta Utara, gerombolan maling masuk ke vila tersebut dengan mencongkel jendela. "Dugaan kuat para maling tersebut masuk melalui jendela," jelas sumber tersebut saat dikonfirmasi Sabtu (7/12).

Akibat pencurian tersebut, barang-barang tamu yang menginap di vila tersebut banyak yang hilang. "Banyak barang tamu yang hilang. Tiga orang tamu yang kehilangan barang, Gilbert Chance, 24, dari Jakarta, Mohamad Asmar, 27, WNA dari Australia, Jacinta Devi, 33, WNA asal Singapura," beber sumber tersebut.

Barang yang hilang di antaranya jam tangan hingga uang puluhan juta rupiah milik para wisman. "Dari laporan kepada kami, Jacinta Devi kehilangan uangnya Rp 18 juta dan 300 Dolar Singapura. Gilbert Chance mengaku kehilangan uang tunai Rp 70 juta dan sebuah jam tangan merek Breitling seharga Rp 1,6 juta. Sedangkan WNA asal Australia Mohamad Asmar mengaku kehilangan 700 Dolar Singapura," beber sumber tersebut.

Menurut keterangan korban Gilbert Chance yang kehilangan jam tangannya, dia menaruh jam tangannya di atas meja tempat tidurnya. "Dari keterangan korban, dia mengaku menaruh jam tangan miliknya di atas meja," ungkap sumber tersebut.

Dari keterangan para korban dan olah TKP polisi, didugaan para maling masuk saat para tamu vila tersebut sedang tidur nyenyak. "Kami menduga maling masuk saat semua korban sedang terlelap," jelas sumber.

Walaupun sudah satu minggu lebih, maling tersebut belum dapat ditangkap oleh pihak kepolisian. "Pihak Polsek sedang menyelidiki," ungkap sumber. Sedangkan Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gde Oka Bawa saat dikonfirmasi belum mengetahui secara jelas kasus pencurian tersebut. "Bisa cek Polsek Kuta Utara, mungkin dilaporkan ke Polsek," jawab Oka.

(bx/ris/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia