Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Bali

Miliki Satu Dokter Onkologi, Puluhan Pasien RS Sanjiwani Antre Operasi

08 Desember 2019, 22: 23: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Miliki Satu Dokter Onkologi, Puluhan Pasien RS Sanjiwani Antre Operasi

Dokter Ida Komang Upeksa, Dirut RSUD Sanjiwani (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS - Kurang lebih 50 pasien yang hendak menjalani operasi tumor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani Gianyar harus antre berbulan-bulan. Itu disebabkan pihak rumah sakit hanya memiliki satu dokter onkologi. Sehingga dari puluhan pasien tersebut, ada yang sudah mengantre sejak 2019, dan baru mendapat jadwal operasi 2020 mendatang. 

Permasalahan itu terungkap saat koran ini mewawancarai anggota Komisi IV DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra. Dia menjelaskan mendapat banyak keluhan  dari pasien terkait pelayanan di RSUD Sanjiwani. "Terkait operasi banyak warga yang mengeluh, bahkan lama jadwal antre dari tahun ini sampai 2020," jelasnya  Minggu (8/12). 

Pihaknya hanya diberikan penjelasan terkait langkanya dokter bedah penyakit dalam (onkologi). Karena itu, dia meminta pihak rumah sakit mencari solusi dengan penambahan dokter yang berkopeten di bidang tersebut. 

"Kami sudah minta, dan pihak rumah sakit juga sudah mengupayakan penambahan dokter. Tetapi masalahnya memang dokter di bidang onkologi itu langka," ungkapnya. 

Ditemui terpisah Direktur Utama RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa mengaku, pihaknya mengalami kekurangan dokter bedah onkologi. Dia menjelaskan, dokter spesialis tersebut sangat langka, karena tamatannya sedikit dan jarang yang mencarinya. "Kalau dokter bedah kami sudah cukup. Tetapi yang kurang itu dokter bedah onkologi. Karena memang jarang orang berminat, dan menempuh pendidikannya lama," papar dia. 

Dia pun menyebut, akibat kondisi ini, banyak pasien yang antre lama untuk mendapat pelayanan, hingga mendapatkan jadwal operasi. Terlebih ada juga yang  namanya masuk tahun ini, dan harus antre sampai tahun 2020. "Jumlah pasien yang antre saat ini cukup banyak, sampai 50 pasien. Sedangkan yang menanganinya hanya satu dokter saja," bebernya. 

Upeksa menambahkan, puluhan pasien itu menderita sakit kanker hati, kanker lambung dan berbagai kanker ganas lainnya. Untuk mengatasi kelangkaan dokter onkologi tersebut, pihaknya sudah berupaya mencari sumber daya manusia (SDM) di bidang medis tersebut.

"Barusan juga ada dokter bedah umum baru tamat, saya akan langsung terima di sini. Tetapi  saya arahkan supaya nanti dia harus cari konsultan bedah onkologi. Selain itu, kami juga akan adakan seminar terkait onkologi. Jika ada kasus, kami ambil bersama untuk dicari solusinya," imbuhnya.

(bx/ade/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia